Frankenstein45.Com – 06 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus zona psikologis 7.000 pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026, menutup pada level 7.057,10 dengan kenaikan 1,22 persen. Peningkatan ini terjadi meski nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, dan pasar global dipengaruhi oleh gejolak harga minyak serta ketegangan di Timur Tengah.
Menurut data Real Time Index (RTI), nilai transaksi harian mencapai Rp 23,9 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 43,9 miliar lembar saham dalam 2.461.876 transaksi. Saham-saham unggulan seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI mencatat kenaikan signifikan, didorong oleh sektor keuangan yang memimpin penguatan pasar. Saham BRPT (Barito Pacific Tbk) menjadi sorotan utama dengan lonjakan hampir 15 persen, menempatkannya di antara top gainers hari itu.
Data Perdagangan dan Sentimen Pasar
Selama sesi pertama, IHSG bergerak dalam rentang 6.921,609 hingga 6.981,563 sebelum menguat ke level penutupan. Sebanyak 314 saham melemah, 342 menguat, dan 163 tidak berubah. Indeks LQ45 naik 1,04 persen menjadi 681,58, sementara indeks sektoral mayoritas berada di zona hijau, termasuk energi, konsumer non‑siklikal, konsumer siklikal, keuangan, infrastruktur, bahan baku, dan transportasi. Sektor properti, industri, teknologi, dan kesehatan tetap berada di zona merah.
Analisis MNC Sekuritas menilai bahwa penguatan IHSG didorong oleh aliran dana ke saham keuangan, meski belum ada katalis fundamental baru. Sentimen masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti konflik di Selat Hormuz yang memicu kenaikan harga minyak mentah Brent di kisaran US$113‑114 per barel dan WTI di US$105‑106 per barel. Ketegangan ini menambah volatilitas pasar global, namun tidak berhasil menahan semangat beli di Bursa Efek Indonesia.
Prediksi dan Level Kunci
Para analis memperkirakan bahwa IHSG dapat mengalami koreksi ringan pada hari Selasa, dengan level support terdekat pada 6.838 dan level resistance pada 7.022. Jika tekanan jual menguat, indeks berpotensi turun ke zona 6.645‑6.838. Sebaliknya, penembusan di atas 7.022 dapat membuka peluang lanjutan ke target 7.240 atau lebih tinggi.
Top Gainers dan Top Losers
- BRPT – naik sekitar 15%
- ENZO (PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk) – naik 34,72% ke Rp97
- ABDA (PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk) – naik 24,82% ke Rp3.810
- KONI (PT Perdana Bangun Pusaka Tbk) – naik 24,69% ke Rp2.980
- FWCT (PT Wijaya Cahaya Timber Tbk) – turun 15% ke Rp102
- XPTD (PT Panin Asset Management Tbk) – turun 14,91% ke Rp451
- YPAS (PT Yanaprima Hastapersada Tbk) – turun 14,85% ke Rp1.290
Faktor Fundamental Indonesia
Di dalam negeri, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan kuat sebesar 5,61 persen pada kuartal I‑2026, yang memberikan dukungan pada sentimen pasar modal. Inflasi konsumen tetap terkendali pada 2,42 persen, sementara inflasi inti berada di 2,44 persen. Neraca perdagangan tetap surplus US$3,32 miliar meski ekspor turun 3,1 persen year‑on‑year dan impor menurun tajam 1,51 persen, menandakan permintaan eksternal yang melemah namun tekanan inflasi yang berkurang.
Indeks manufaktur PMI mencatat kontraksi pada level 49,1, menandakan perlambatan aktivitas sektor riil. Namun, data fundamental tersebut belum cukup untuk menurunkan optimisme investor pada saham-saham domestik yang masih didukung oleh likuiditas dan kebijakan moneter yang relatif stabil.
Kesimpulan
IHSG berhasil menembus level psikologis 7.000 pada 5 Mei 2026, didorong oleh sektor keuangan, data pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan aliran dana domestik. Meskipun sentimen global dipengaruhi oleh volatilitas harga minyak dan konflik Timur Tengah, pasar Indonesia menunjukkan ketahanan. Investor perlu memantau level support 6.838 dan resistance 7.022 serta memperhatikan perkembangan harga minyak dan kebijakan eksternal yang dapat memicu koreksi atau kelanjutan rally.




