Frankenstein45.Com – 10 Juni 2026 | Jakarta – Pada Rabu (tanggal), aktivis dan pengusaha Celios bersama sejumlah kelompok masyarakat berkumpul di depan kantor Badan Ganti Nama (BGN) untuk menyuarakan ketidakpuasan atas pergantian pimpinan organisasi tersebut.
Beberapa poin kritis yang disorot dalam aksi antara lain:
- Kurangnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG sejak awal.
- Potensi risiko korupsi yang belum ditangani secara transparan.
- Beban anggaran yang semakin tinggi namun belum ada mekanisme akuntabilitas yang kuat.
- Keterbatasan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan strategis.
Celios menekankan bahwa mengganti nama pimpinan tidak serta-merta memperbaiki kualitas layanan atau mengurangi beban keuangan negara. Ia menyerukan kepada pihak BGN untuk melakukan audit independen, memperkuat mekanisme pengawasan, serta melibatkan stakeholder eksternal dalam perencanaan program ke depan.
Selain menyampaikan kritik, aksi juga diwarnai dengan himbauan agar pemerintah daerah dan pusat memperhatikan urgensi reformasi struktural yang lebih mendalam, terutama pada program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
Protest ini mendapat dukungan dari beberapa organisasi non‑pemerintah dan warga yang mengharapkan perubahan yang lebih berarti. Mereka berharap BGN dapat menanggapi tuntutan tersebut dengan langkah konkret, bukan sekadar pergantian nama jabatan.







