Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Baru-baru ini, sekelompok astrofisikawan internasional mengumumkan temuan penting yang menunjukkan bahwa laju ekspansi alam semesta lebih cepat sekitar sepuluh persen dibandingkan perkiraan yang selama ini diterima.
Tim yang dipimpin oleh Caroline Huang dari Institut Astrofisika, bersama Stefano Casertano dan Dillon Brout, mempublikasikan hasil analisis mereka dalam jurnal Astronomy and Astrophysics. Penelitian ini memanfaatkan data observasi supernova tipe Ia, pengukuran jarak galaksi, serta sinyal latar gelombang mikro kosmik untuk menghitung nilai konstanta Hubble dengan presisi tinggi.
Berbeda dengan model standar kosmologi Lambda‑CDM, yang memperkirakan kecepatan pengembangan alam semesta sekitar 70 km/s/Mpc, perhitungan terbaru menunjukkan nilai mendekati 77 km/s/Mpc – sebuah selisih sekitar 10 %.
- Peneliti utama: Caroline Huang, Stefano Casertano, Dillon Brout.
- Metode: Kombinasi data supernova, galaksi, dan latar gelombang mikro kosmik.
- Implikasi: Memaksa ilmuwan meninjau kembali model energi gelap dan mengatasi ketegangan nilai Hubble yang telah lama menjadi perdebatan.
Temuan ini menambah bukti bahwa ada perbedaan signifikan antara nilai Hubble yang diperoleh dari observasi lokal (seperti supernova) dan nilai yang dihitung dari radiasi latar belakang kosmik. Jika perbedaan ini tidak dapat dijelaskan oleh kesalahan sistematis, maka kemungkinan besar teori energi gelap harus direvisi atau bahkan digantikan oleh model alternatif.
Para peneliti berharap bahwa observasi selanjutnya, termasuk data dari teleskop ruang angkasa James Webb dan survei galaksi besar yang akan datang, dapat memperjelas apakah percepatan 10 % ini bersifat universal atau hanya berlaku pada skala tertentu.




