INDEF: Biofuel Bisa Jadi Jembatan Transisi Menuju EV
INDEF: Biofuel Bisa Jadi Jembatan Transisi Menuju EV

INDEF: Biofuel Bisa Jadi Jembatan Transisi Menuju EV

Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai bahwa kebijakan biofuel dapat berperan penting sebagai jembatan dalam transisi Indonesia menuju kendaraan listrik (EV). Menurut analisis INDEF, biofuel tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga memberikan waktu bagi infrastruktur EV untuk berkembang secara bertahap.

Berikut poin‑poin utama yang disampaikan INDEF:

  • Pengurangan Emisi: Biofuel menghasilkan emisi CO2 yang lebih rendah dibandingkan bensin konvensional, sehingga dapat menurunkan intensitas karbon sektor transportasi.
  • Dukungan Industri Lokal: Pengembangan biofuel membuka peluang bagi petani kelapa sawit, jagung, dan bahan baku lainnya, meningkatkan nilai tambah di sektor pertanian.
  • Keamanan Energi: Dengan meningkatkan produksi biofuel domestik, Indonesia dapat mengurangi impor minyak bumi dan menstabilkan neraca perdagangan.
  • Transisi Bertahap: Biofuel dapat digunakan pada kendaraan berbahan bakar internal combustion engine (ICE) yang masih banyak beredar, memberikan jangka waktu bagi konsumen dan produsen untuk beralih ke EV.

Namun, INDEF juga menyoroti beberapa tantangan yang perlu diatasi:

  1. Keberlanjutan lahan: Penanaman bahan baku biofuel harus memperhatikan aspek lingkungan dan tidak mengorbankan hutan atau lahan pangan.
  2. Harga dan kompetitivitas: Biofuel harus dapat bersaing secara ekonomi dengan bahan bakar fosil tanpa menimbulkan beban biaya berlebih bagi konsumen.
  3. Infrastruktur distribusi: Pengembangan jaringan distribusi biofuel yang memadai masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

INDEF memberikan beberapa rekomendasi kebijakan untuk memaksimalkan peran biofuel dalam transisi energi:

Rekomendasi Tujuan
Mempertahankan target blending biofuel 20% pada tahun 2025 Meningkatkan pangsa energi terbarukan
Menetapkan standar keberlanjutan (sustainability criteria) yang ketat Mencegah deforestasi dan konflik lahan
Mendorong riset dan pengembangan biofuel generasi berikutnya (misalnya biofuel selanjutnya) Menurunkan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi energi
Integrasi kebijakan biofuel dengan program EV nasional Memastikan transisi yang sinergis antara kedua teknologi
Memberikan insentif fiskal bagi produsen dan konsumen biofuel Menjaga daya saing harga di pasar

Dengan kebijakan yang terkoordinasi, biofuel dapat berfungsi sebagai “jembatan” yang menghubungkan era transportasi berbahan bakar fosil dengan era kendaraan listrik yang lebih bersih. INDEF menekankan bahwa keberhasilan transisi ini memerlukan sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat luas.