Frankenstein45.Com – 04 Juni 2026 | Kementerian Pariwisata Indonesia baru‑baru ini menyelenggarakan rangkaian promosi pariwisata di dua kota utama China, yaitu Beijing dan Shanghai, dengan tujuan meningkatkan kedatangan wisatawan Indonesia ke Indonesia serta memperluas pasar ekspor jasa pariwisata.
Dalam rangkaian acara yang melibatkan pameran budaya, presentasi destinasi, serta pertemuan bisnis antara operator tur Indonesia dan agen perjalanan China, para pejabat Kemenpar memperkirakan potensi transaksi mencapai Rp109 triliun. Angka tersebut mencakup perkiraan pendapatan dari tiket pesawat, akomodasi, paket wisata, serta belanja wisatawan selama kunjungan mereka.
Beberapa faktor yang mendukung perkiraan tersebut antara lain:
- Pertumbuhan kelas menengah di China yang semakin mengutamakan pengalaman wisata internasional.
- Peningkatan konektivitas penerbangan langsung antara kota‑kota besar China dan destinasi utama Indonesia.
- Dukungan kebijakan visa yang lebih terbuka bagi warga China.
- Promosi digital yang intensif melalui media sosial dan platform e‑commerce China.
Selain potensi nilai transaksi, promosi ini diharapkan dapat meningkatkan brand Indonesia sebagai tujuan wisata yang aman, ramah lingkungan, dan kaya budaya. Beberapa destinasi yang ditonjolkan meliputi Bali, Yogyakarta, Lombok, serta destinasi alam di Sumatera dan Kalimantan.
Pemerintah juga menyiapkan paket insentif bagi operator tur lokal yang berhasil menandatangani kontrak kerja sama dengan agen China, termasuk subsidi pemasaran dan pelatihan layanan multibahasa.
Analisis awal menunjukkan bahwa jika target kunjungan wisatawan China tercapai, dampak ekonomi tidak hanya terasa pada sektor perhotelan, tetapi juga pada industri makanan & minuman, kerajinan tangan, serta transportasi darat di dalam negeri.
Dengan langkah‑langkah strategis ini, Indonesia berharap dapat menutup kesenjangan pasar pariwisata dengan negara‑negara tetangga serta menegaskan posisi sebagai destinasi pilihan bagi jutaan wisatawan China dalam beberapa tahun ke depan.




