Frankenstein45.Com – 05 April 2026 | Indonesia melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia, bersama perwakilan Bank Indonesia, Bank Negara Malaysia, serta asosiasi pedagang memperkuat komitmen untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara.
Pertemuan yang berlangsung pada akhir pekan menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan mengoptimalkan rupiah serta ringgit sebagai alat pembayaran resmi dalam perdagangan bilateral.
Beberapa alasan utama yang diutarakan antara lain:
- Menurunkan risiko fluktuasi nilai tukar bagi pelaku usaha.
- Meningkatkan likuiditas mata uang domestik.
- Mendukung stabilitas ekonomi regional.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pihak-pihak terkait sepakat melakukan langkah-langkah berikut:
- Mengembangkan fasilitas settlement berbasis mata uang lokal di bank-bank yang beroperasi di kedua negara.
- Memfasilitasi pelatihan bagi perusahaan tentang mekanisme pembayaran dalam rupiah dan ringgit.
- Mendorong penggunaan platform digital yang dapat memproses transaksi multivaluta secara efisien.
- Menetapkan kerangka regulasi yang mempermudah proses konversi dan clearing.
Dalam jangka pendek, target utama adalah meningkatkan proporsi transaksi bilateral yang menggunakan mata uang lokal hingga 30% dalam dua tahun ke depan. Pemerintah Indonesia berharap inisiatif ini dapat memperkuat posisi rupiah di pasar internasional sekaligus mempererat hubungan ekonomi dengan Malaysia.
Selain manfaat ekonomi, penggunaan mata uang lokal juga diharapkan dapat mempercepat proses pembayaran, mengurangi biaya transaksi, serta membuka peluang kerja sama baru di sektor keuangan digital.




