Frankenstein45.Com – 15 Mei 2026 | Inter Milan kembali menorehkan babak baru dalam sejarah klub dengan mengamankan dua trofi domestik sekaligus pada musim 2025/2026. Keberhasilan menjuarai Serie A lebih dulu, kemudian menambah koleksi gelar Coppa Italia setelah mengalahkan Lazio 2-0 pada 14 Mei 2026, menempatkan tim Nerazzurri di posisi teratas persaingan sepak bola Italia. Prestasi ganda ini menandai debut impresif pelatih baru, Cristian Chivu, yang sekaligus menegaskan kembali tradisi kemenangan sejak era Jose Mourinho.
Scudetto Terkunci Sebelum Laga Final
Poin-poin penting menjelang akhir pekan menunjukkan Inter berada di puncak klasemen Serie A dengan selisih tipis dari rival terdekat. Pada pertandingan melawan Verona yang dijadwalkan setelah final Coppa Italia, Inter diprediksi akan mengamankan gelar liga secara resmi, mengakhiri penantian penggemar selama beberapa minggu.
- Jumlah poin pada akhir pekan: 79 poin
- Pemain kunci: Lautaro Martínez, Romelu Lukaku, Federico Dimarco
- Statistik pertahanan: kebobolan hanya 18 gol selama 34 pertandingan
Keberhasilan ini tak lepas dari taktik cerdas Chivu yang menekankan pressing tinggi dan transisi cepat, memanfaatkan kecepatan sayap serta ketajaman finis penyerang utama.
Final Coppa Italia: Inter Dominasi Lazio
Di Stadion Olimpico, Inter membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui gol hasil umpan Federico Dimarco yang memantul ke gawang setelah pertemuan Marcus Thuram dan Adam Marusic. Gol kedua datang pada menit ke-35, ketika Lautaro Martínez memanfaatkan kesalahan pertahanan Lazio dan mencetak tanpa banyak rintangan. Pertahanan Inter tetap solid, menahan serangan balasan Lazio hingga peluit akhir.
Susunan pemain Inter pada final mencakup formasi 4‑3‑3 dengan Lautaro Martínez sebagai ujung serang, didukung oleh Marcus Thuram di sisi kanan dan Federico Dimarco di kiri. Penampilan impresif Denzel Dumfries di lini sayap dan peran pengatur permainan Nicolo Barella menjadi faktor penentu kemenangan.
Reaksi dan Pernyataan Cristian Chivu
Setelah kemenangan, pelatih sekaligus mantan pemain Inter, Cristian Chivu, menegaskan bahwa double winners tidak dapat dianggap remeh. “Scudetto dan Coppa Italia adalah buah kerja keras seluruh tim, tidak ada yang bisa mengurangi nilai pencapaian ini,” ujarnya dalam konferensi pers. Chivu menambahkan, “Kami pantas merayakannya bersama para pendukung yang selalu setia mendukung klub ini.”
Chivu, yang sebelumnya bermain di bawah asuhan Mourinho, mengaku bangga dapat melanjutkan warisan kejuaraan klub di musim debutnya sebagai pelatih kepala, menggantikan Simone Inzaghi.
Dampak Terhadap Kompetisi Lain: AS Roma dan Donyell Malen
Kemenangan Inter di Coppa Italia juga berpengaruh pada peringkat Serie A dan alokasi tempat kompetisi Eropa. Dengan Inter mengamankan dua trofi, tim peringkat kelima dan keenam kini berhak masuk Liga Europa musim depan, sementara peringkat ketujuh akan bersaing di Conference League. AS Roma, yang berada di posisi kelima, secara matematis sudah menjamin tempat di Liga Europa.
Keberhasilan Inter juga mempercepat kepastian transfer Donyell Malen ke AS Roma secara permanen. Setelah loan dari Aston Villa, opsi wajib beli akan diaktifkan karena Roma memenuhi syarat masuk kompetisi Eropa, dengan nilai transfer sekitar €25 juta (sekitar Rp513 miliar).
Perayaan dan Parade Kemenangan
Inter berencana menggelar parade perayaan besar di kota Milan. Trofi Serie A dan Coppa Italia akan dipamerkan dalam parade bus terbuka yang diharapkan akan dihadiri ribuan suporter. Lautaro Martínez, yang menjadi pencetak gol kunci di final, menyatakan, “Kami berterima kasih kepada para fans, klub, dan semua pihak yang mendukung kami selama musim ini. Nilai 10 dari 10 untuk pelatih kami, Cristian Chivu.”
Dengan dua trofi di tangan, Inter Milan menutup musim 2025/2026 dengan catatan gemilang, mengukir kembali tradisi kejuaraan yang sempat terhenti sejak era Mourinho. Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat posisi klub di panggung domestik, tetapi juga membuka peluang finansial dan komersial yang lebih besar untuk tahun-tahun mendatang.




