Inter Milan Menggempur Como dengan Comeback Spektakuler 7 Gol: Drama Panas Liga Italia
Inter Milan Menggempur Como dengan Comeback Spektakuler 7 Gol: Drama Panas Liga Italia

Inter Milan Menggempur Como dengan Comeback Spektakuler 7 Gol: Drama Panas Liga Italia

Frankenstein45.Com – 28 April 2026 | Sabtu malam (30/04/2026) menjadi saksi sebuah laga yang tak terlupakan di Serie A. Inter Milan berhasil membalikkan keadaan dalam pertandingan melawan Como 1907, mencetak total tujuh gol dalam sebuah drama yang menegangkan. Kemenangan ini tidak hanya mempertegas posisi Nerazzurri di puncak klasemen, tetapi juga menegaskan ambisi mereka untuk mengamankan gelar juara Liga Italia 2025-2026.

Awal pertandingan: Como menekan sejak menit pertama

Sejak peluit awal, Como menunjukkan niat menyerang yang jelas. Gol pembuka datang cepat melalui Tasos Douvikas pada menit ke-11, memanfaatkan kesalahan lini belakang Inter yang belum sepenuhnya terorganisir. Douvikas kembali menambah keunggulan pada menit ke-22, menjadikan skor 2-0 untuk tim tamu. Penampilan agresif Como mengancam, dan para pendukung mereka bersorak riuh di stadion.

Inter bangkit: Gol balik pertama

Inter tidak tinggal diam. Pada menit ke-30, Marcus Thuram menemukan ruang di area penalti dan mengeksekusi tendangan yang tepat ke pojok atas, memotong keunggulan Como menjadi 2-1. Semangat tim kembali mengalir, didorong oleh sorakan suporter yang mulai mengisi stadion dengan nyanyian Inter.

Ganda gol Inter mengubah arus pertandingan

Menjelang akhir babak pertama, Inter menambah dua gol penting. Pada menit ke-38, Yann Aurel Bisseck menyundul bola hasil sundulan set-piece menjadi gol keempat Inter, menyamakan kedudukan 2-2. Tak lama kemudian, pada menit ke-44, Lautaro Martínez memanfaatkan umpan terobosan dari Nicolo Barella dan menempatkan bola dengan tenang di sudut gawang, memberi Inter keunggulan pertama 3-2 menjelang jeda.

Babak kedua: Drama 7 gol berlanjut

Setelah istirahat, Como mencoba mengembalikan keunggulan. Pada menit ke-55, Assane Diao menambah satu gol lagi untuk Como, menjadikan skor 3-3. Namun Inter kembali menanggapi dengan serangan cepat. Pada menit ke-63, Romelu Lukaku menerima umpan panjang dari Christian Eriksen, menundukkan bola ke dalam jaring, mengembalikan Inter unggul 4-3.

Tekanan terus meningkat, dan pada menit ke-78, Inter menambah keunggulan lewat gol penalti yang dieksekusi oleh Simone Inzaghi setelah pelanggaran di kotak penalti. Skor menjadi 5-3, namun Como tidak menyerah. Pada menit ke-85, Douvikas kembali menandai gol ke-6 bagi Como, memperkecil selisih menjadi 5-4.

Penutup dramatis: Gol penentu Inter

Detik-detik terakhir menjadi momen paling menegangkan. Pada menit ke-90+2, Inter memanfaatkan tendangan sudut terakhir. Bola melambung ke dalam area, dan Thiago Motta, yang berada di posisi tepat, menanduk bola ke gawang, menutup skor menjadi 6-4. Gol ini memastikan kemenangan Inter dengan selisih dua gol.

Konteks klasemen dan implikasi juara

Dengan kemenangan ini, Inter menambah tiga poin, mengukuhkan posisi puncak dengan 82 poin. Napoli, yang berada di posisi kedua, masih memiliki peluang maksimal 81 poin, sehingga Inter secara matematis sudah mengamankan gelar Scudetto untuk musim 2025-2026. Pada saat yang sama, Como tetap berada di zona aman zona menengah klasemen, mengumpulkan tiga poin penting untuk menghindari zona degradasi.

  • Inter Milan: 82 poin (puncak klasemen)
  • Napoli: 73 poin (posisi 2)
  • AC Milan: 71 poin (posisi 3)
  • Como 1907: 48 poin (posisi 12)

Keberhasilan Inter dalam mengatasi defisit tiga gol melawan Como menjadi contoh nyata kekuatan mental dan kualitas skuad asuhan Cristian Chivu. Pertandingan ini juga menegaskan pentingnya keberanian menyerang di setiap menit, terutama pada fase akhir yang krusial.

Dengan empat pertandingan tersisa, Inter berencana menyelesaikan sisa musim dengan kemenangan di kandang melawan Parma pada pekan ke-35. Jika berhasil, mereka akan menutup musim dengan total 85 poin, mencatatkan rekor poin tertinggi dalam sejarah Serie A.

Secara keseluruhan, laga Inter vs Como tidak hanya menghasilkan sembilan gol yang menghibur, tetapi juga menegaskan dominasi Inter di Liga Italia serta menambah warna drama sepakbola Italia menjelang akhir musim.