Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Universitas Padjadjaran (IPB) mengumumkan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan kekerasan seksual yang terjadi dalam sebuah grup chat mahasiswa Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT). Kasus ini menjadi sorotan publik setelah sejumlah mahasiswa mengungkapkan adanya percakapan yang mengandung pelecehan seksual di dalam grup tersebut.
IPB menegaskan komitmennya untuk menegakkan proses yang adil serta berorientasi pada pemulihan korban. Pihak universitas menyatakan bahwa langkah-langkah berikut akan segera dilaksanakan:
- Mengumpulkan bukti digital berupa log percakapan, screenshot, dan data terkait lainnya.
- Melibatkan tim investigasi independen yang terdiri dari ahli hukum, psikolog, dan tenaga keamanan kampus.
- Memberikan pendampingan psikologis kepada korban serta memastikan kerahasiaan identitas mereka.
- Menindaklanjuti temuan dengan prosedur disipliner yang sesuai, termasuk kemungkinan sanksi administratif atau pemutusan hubungan belajar.
- Berkoordinasi dengan pihak kepolisian bila terdapat unsur pelanggaran hukum yang memerlukan tindakan pidana.
Pihak rektorat IPB menambahkan bahwa budaya kampus yang bebas dari kekerasan seksual merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, kampus akan memperkuat program edukasi mengenai kesetaraan gender, konsensual, dan hak asasi manusia melalui seminar, workshop, dan materi kampus yang mudah diakses.
Mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan juga diharapkan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman. Mereka diundang untuk melaporkan setiap indikasi pelecehan melalui jalur resmi yang telah disediakan, termasuk layanan konseling dan unit pengaduan khusus.
Kasus ini menegaskan pentingnya penegakan kebijakan internal serta kepatuhan pada regulasi nasional yang melarang kekerasan seksual. Diharapkan, hasil penyelidikan dapat memberikan keadilan bagi korban dan menjadi pelajaran bagi seluruh komunitas akademik untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.




