Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Tim arkeolog Iran baru-baru ini mengidentifikasi sebuah situs kuno di kawasan Nakhl-e Ebrahimi, distrik Minab, yang diyakini berfungsi sebagai pangkalan angkatan laut pada masa sekitar dua milenium yang lalu. Penemuan ini memberikan gambaran baru tentang aktivitas maritim dan kontrol perdagangan di Selat Hormuz pada masa kuno.
Lokasi situs berada di tepi selatan Selat Hormuz, jalur perairan yang sejak ribuan tahun menjadi titik strategis bagi pergerakan barang antara Timur Tengah, Asia, dan Eropa. Penelitian lapangan menunjukkan adanya struktur batu besar, bekas dermaga, serta sisa-sisa fasilitas logistik yang cocok untuk menampung kapal-kapal perang dan dagang.
- Usia situs: Analisis lapisan tanah dan penanggalan radiokarbon memperkirakan situs berusia sekitar 2.000 tahun, menempatkannya pada periode akhir Kerajaan Parthia atau awal Dinasti Sassanid.
- Fungsi utama: Struktur yang ditemukan mengindikasikan fungsi sebagai pangkalan militer laut, termasuk area penampungan kapal, gudang persediaan, dan pos pengawasan.
- Strategi pengawasan: Keberadaan situs di Selat Hormuz memungkinkan pengendalian lalu lintas perdagangan laut, terutama komoditas seperti rempah, mutiara, dan logam mulia.
Para ahli menilai bahwa penemuan ini menambah pemahaman tentang jaringan pertahanan maritim kuno yang sebelumnya hanya diketahui melalui catatan sejarah terbatas. Dr. Amir Hosseini, kepala tim arkeologi, menjelaskan bahwa “situs ini menunjukkan tingkat organisasi militer yang tinggi dan kemampuan Iran kuno untuk mengatur perdagangan internasional melalui kontrol maritim.”
Selain nilai sejarah, temuan ini memiliki implikasi politik dan ekonomi modern. Dengan menegaskan kembali pentingnya Selat Hormuz sebagai koridor strategis, Iran dapat memperkuat klaim historisnya atas wilayah tersebut.
Penelitian lanjutan dijadwalkan meliputi penggalian lebih dalam, pemetaan tiga dimensi, serta analisis artefak yang ditemukan, seperti peralatan navigasi, senjata, dan keramik. Hasil lengkap diharapkan dapat dipublikasikan dalam beberapa tahun ke depan, memberikan wawasan lebih detail tentang peran Iran dalam jaringan perdagangan laut kuno.




