Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, menyampaikan pada Senin, 22 Juni 2024, bahwa Iran tidak memiliki kewajiban untuk membeli produk Amerika Serikat dengan dana yang baru-baru ini dicairkan dari aset yang sebelumnya dibekukan. Pernyataan ini muncul dalam konteks pembahasan mengenai dampak sanksi internasional terhadap ekonomi Iran.
Hemmati menegaskan bahwa dana yang berhasil dipulihkan berasal dari sumber-sumber yang tidak terikat pada syarat-syarat pembelian barang atau jasa dari Amerika. “Dana tersebut dapat kami alokasikan sesuai kebutuhan prioritas nasional, tanpa harus mengarahkan pembelanjaan ke produk AS,” ujar beliau dalam konferensi pers.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan:
- Penarikan dana tidak mengikat Iran pada komitmen pembelian barang dari Amerika.
- Dana tersebut akan dialokasikan untuk menutup defisit anggaran dan mendukung sektor-sektor penting seperti energi dan infrastruktur.
- Pemerintah Iran tetap menolak tekanan politik yang mengaitkan bantuan keuangan dengan persyaratan komersial.
Implikasi kebijakan ini bagi ekonomi Iran antara lain:
- Memberi ruang lebih leluasa dalam perencanaan belanja pemerintah.
- Memperkuat posisi tawar Iran dalam negosiasi sanksi.
- Menunjukkan kemandirian ekonomi meski berada di bawah tekanan internasional.
Sementara itu, pengamat ekonomi menilai bahwa langkah ini dapat membantu Iran mengurangi ketergantungan pada impor barang teknologi tinggi yang biasanya berasal dari Amerika. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa tantangan utama tetap pada akses ke pasar keuangan global yang masih dibatasi oleh sanksi.
Dengan kebijakan ini, Iran berharap dapat memanfaatkan dana yang telah dicairkan secara optimal, tanpa harus menyerahkan kontrol ekonomi kepada pihak luar.




