Iran Tutup Lagi Selat Hormuz pada Sabtu Gara-Gara Israel Masih Terus Bom Lebanon
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz pada Sabtu Gara-Gara Israel Masih Terus Bom Lebanon

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz pada Sabtu Gara-Gara Israel Masih Terus Bom Lebanon

Frankenstein45.Com – 21 Juni 2026 | Markas Besar Khatam al‑Anbiya mengumumkan pada Sabtu, 20 Juni 2026, bahwa Selat Hormuz akan ditutup kembali. Penutupan ini dipicu oleh apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat serta aksi bom berkelanjutan Israel terhadap Lebanon.

Berikut ini rangkaian kejadian utama yang menjadi latar belakang keputusan tersebut:

  • 15 Juni 2026 – Israel melakukan serangan udara di wilayah selatan Lebanon, menewaskan beberapa warga sipil.
  • 17 Juni 2026 – Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan meningkatkan bantuan militer kepada Israel, termasuk penyediaan sistem pertahanan udara.
  • 18 Juni 2026 – Iran mengeluarkan peringatan bahwa setiap pelanggaran lebih lanjut akan memicu tindakan militer di wilayah strategis.
  • 20 Juni 2026 – Khatam al‑Anbiya mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk semua kapal komersial dan militer.

Penutupan Selat Hormuz memiliki dampak langsung pada jalur pengiriman minyak dunia, mengingat sekitar 20% volume minyak mentah global melintasi selat ini setiap hari. Pemerintah-pemerintah negara pengguna minyak, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Jepang, telah mengeluarkan peringatan kepada pelaku industri pelayaran untuk mencari rute alternatif yang lebih panjang dan mahal.

Amerika Serikat menanggapi dengan menyatakan kesiapan untuk menjaga kebebasan navigasi di perairan internasional. Pentagon menegaskan bahwa kapal-kapal AS akan terus beroperasi di Selat Hormuz, meskipun ada ancaman potensial.

Israel, di sisi lain, menolak tuduhan bahwa aksinya di Lebanon menjadi pemicu penutupan tersebut. Menurut sumber resmi Israel, operasi militer di Lebanon adalah respons terhadap ancaman roket yang diluncurkan oleh kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Para analis menilai bahwa eskalasi ini meningkatkan risiko terjadinya konfrontasi militer yang lebih luas di Timur Tengah. Jika penutupan berlanjut, kemungkinan terjadinya gangguan pada pasar energi global akan meningkat, yang pada gilirannya dapat memicu kenaikan harga minyak dan mempengaruhi ekonomi dunia.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai durasi penutupan. Pihak Iran menyatakan bahwa keputusan akan dicabut jika Amerika Serikat menghentikan dukungan militer kepada Israel dan mematuhi komitmen keamanan yang telah dijanjikan.