Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Juru bicara pemerintah Iran pada Selasa, 14 April 2026, mengumumkan bahwa kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel diperkirakan mencapai sekitar USD 270 miliar atau setara Rp4.630 triliun. Penilaian awal tersebut mencakup kerusakan infrastruktur, hilangnya produksi energi, serta dampak pada sektor keuangan dan perdagangan.
Serangan tersebut, yang melibatkan serangan udara dan siber, menargetkan fasilitas strategis di beberapa provinsi Iran, termasuk instalasi minyak, jaringan listrik, dan pelabuhan utama. Menurut pihak berwenang Iran, kerusakan pada fasilitas energi saja diperkirakan menyumbang lebih dari setengah total kerugian.
- Kerugian energi: sekitar USD 150 miliar (Rp2.575 triliun).
- Kerusakan infrastruktur sipil: sekitar USD 70 miliar (Rp1.203 triliun).
- Kerugian sektor keuangan dan perdagangan: sekitar USD 50 miliar (Rp852 triliun).
Penilaian tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui setelah evaluasi menyeluruh oleh lembaga terkait. Pemerintah Iran menegaskan bahwa negara akan mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kerusakan dan melindungi kedaulatan nasional.
Komunitas internasional masih memantau situasi, sementara pihak Iran menyatakan kesiapan untuk menanggapi setiap tindakan agresif lebih lanjut.




