Frankenstein45.Com – 01 April 2026 | Jakarta, 31 Maret 2026 – Irawan Prakoso mengecam keras tudingan bahwa ia menjadi perantara pesan Riza Chalid kepada Pertamina mengenai rencana sewa terminal bahan bakar minyak (BBM). Pernyataan itu muncul setelah munculnya spekulasi di media sosial bahwa Riza Chalid, tokoh politik dan aktivis, meminta Pertamina untuk memberikan kemudahan sewa terminal BBM melalui Irawan.
Irawan menegaskan bahwa pertemuan yang pernah dilakukannya dengan Hanif Dhakiri (Hanung) hanyalah bersifat silaturahmi pribadi. “Saya memang pernah bertemu dengan Hanung, namun pertemuan tersebut tidak membahas urusan bisnis atau sewa terminal BBM. Tidak ada diskusi apapun tentang kerjasama di sektor energi,” ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (30/03/2026).
- Riza Chalid: Tokoh politik yang dikabarkan mengajukan permohonan sewa terminal BBM.
- Irawan Prakoso: Pengusaha dan mantan pejabat yang dituduh menjadi perantara.
- Pertamina: Perusahaan minyak dan gas milik negara yang mengelola terminal BBM.
Pihak Pertamina belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan tersebut, namun menegaskan komitmen untuk menjaga transparansi dalam semua proses penyewaan fasilitasnya.
Isu ini memicu perdebatan di ruang publik, terutama di kalangan pengguna media sosial yang menuntut klarifikasi lebih lanjut. Beberapa netizen menilai bahwa penyebaran informasi tanpa verifikasi dapat menimbulkan kerusakan reputasi bagi pihak-pihak yang terlibat.
Irawan menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali bahwa ia tidak pernah menerima atau menyampaikan instruksi apapun dari Riza Chalid kepada Pertamina. “Saya menghormati proses hukum dan harap semua pihak dapat menunggu hasil penyelidikan yang objektif,” pungkasnya.




