Frankenstein45.Com – 04 Mei 2026 | Korps Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit dalam hubungannya dengan Republik Islam Iran: melancarkan operasi militer yang hampir tidak mungkin berhasil atau menandatangani perjanjian yang dianggap buruk bagi kepentingan Iran.
IRGC menyoroti beberapa faktor yang membuat operasi militer menjadi pilihan yang tidak realistis:
- Kekuatan pertahanan udara dan sistem rudal Iran yang terus berkembang.
- Potensi perlawanan sengit dari pasukan darat dan milisi proxy di wilayah regional.
- Dampak geopolitik yang dapat memicu konflik lebih luas di Timur Tengah.
Sementara itu, perjanjian yang buruk, menurut IRGC, dapat meliputi:
- Penghentian sanksi ekonomi tanpa jaminan penghentian program nuklir.
- Pembatasan kemampuan militer Iran secara tidak proporsional.
- Penetapan mekanisme pengawasan yang tidak adil bagi Iran.
IRGC menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya dialog yang adil dan saling menghormati, serta menolak setiap bentuk tekanan yang dapat mengancam kestabilan kawasan.




