Frankenstein45.Com – 08 Juni 2026 | Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan pada Senin, 8 Juni 2026, peluncuran kampanye militer yang dinamakan “Operasi Nasr”. Operasi ini diproyeksikan berlangsung selama tujuh hari, dengan tujuan utama menanggapi apa yang disebut IRGC sebagai agresi Israel di wilayah Timur Tengah.
- Durasi: 7 hari, dimulai pada 9 Juni 2026.
- Sasaran: Instalasi militer dan fasilitas pertahanan Israel yang dianggap mengancam keamanan Iran.
- Metode: Penggunaan drone tak berawak dan sistem rudal balistik jarak menengah.
- Tujuan: Memaksa Israel menghentikan operasi militer di wilayah Gaza dan menghentikan dukungan terhadap kelompok bersenjata yang menentang Iran.
Pihak militer Israel menanggapi dengan meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan udara serta menyiapkan langkah balasan yang “proporsional”. Menteri Pertahanan Israel menyatakan bahwa Israel siap “menangkal setiap ancaman” dan akan melindungi warganya.
Reaksi internasional masih bersifat beragam. Beberapa negara mengutuk eskalasi, sementara yang lain menyerukan dialog untuk mengurangi ketegangan. Organisasi PBB belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun sejumlah diplomat menyatakan keprihatinan atas potensi konflik meluas.
Sejak awal konflik Gaza, ketegangan antara Iran dan Israel kian memuncak. Operasi Nasr menandai langkah terbaru dalam rangkaian aksi militer yang dapat mempengaruhi stabilitas kawasan, terutama bila serangan meluas ke wilayah udara sipil.




