Frankenstein45.Com – 05 Juni 2026 | Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarganya menjadi sasaran intimidasi oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK). Menurut Bahrawi, ancaman tersebut tidak hanya berupa kata-kata, melainkan juga tindakan fisik berupa pengawasan ketat terhadap rumahnya serta pemantauan terus-menerus atas setiap aktivitasnya.
Bahrawi menyatakan bahwa sejak awal tahun ini, ia merasakan adanya orang-orang yang secara rutin mengintip dari luar rumahnya, bahkan ada yang menempelkan stiker atau catatan pada kendaraan keluarganya. Selain itu, beberapa kali ia menemukan jejak kaki atau barang-barang kecil yang diletakkan di pekarangan, menandakan adanya pengawasan yang berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa timbulnya rasa tidak aman ini mempengaruhi kesehariannya, termasuk dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin jaringan yang berfokus pada moderasi politik. “Saya merasa setiap langkah saya diawasi, baik saat berkunjung ke kantor, bertemu aktivis, maupun saat berada di rumah,” ujarnya.
Berikut rangkaian kejadian yang diuraikan Bahrawi:
- Pengamatan dari jarak jauh dengan kamera pengintai yang dipasang di sekitar rumah.
- Pemasangan stiker bertulisan “JANGAN GANGGU” pada pintu masuk utama.
- Penemuan catatan anonim yang menuntut agar Bahrawi menghentikan aktivitas Jaringan Moderat Indonesia.
- Telepon anonim yang mengancam akan mengungkapkan data pribadi keluarganya.
Bahrawi menegaskan bahwa tindakan intimidasi ini tidak hanya menargetkan dirinya secara pribadi, melainkan juga berupaya menekan ruang kebebasan berpendapat di Indonesia. Ia meminta kepada pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan menyeluruh serta mengimbau masyarakat agar tidak melalaikan tanda-tanda ancaman serupa.
Kasus ini menambah daftar insiden serupa yang menimpa aktivis, jurnalis, dan tokoh publik di tanah air. Sementara itu, Jaringan Moderat Indonesia berjanji untuk meningkatkan keamanan internal dan terus mengadvokasi kebebasan berpendapat tanpa rasa takut.







