Frankenstein45.Com – 01 April 2026 | Israel baru-baru ini melancarkan serangan udara terhadap fasilitas destilasi minyak di wilayah selatan Iran, yang menimbulkan kecaman keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Serangan tersebut terjadi di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, dan menimbulkan ketegangan geopolitik yang signifikan.
Trump menyatakan kemarahannya dalam sebuah konferensi pers, menuding Iran sebagai ancaman terhadap keamanan energi global dan menegaskan bahwa Amerika akan meningkatkan tekanan militer bila diperlukan. Sementara itu, negara-negara Arab yang bergantung pada aliran minyak lewat Selat Hormuz diperkirakan mengalami kerugian ekonomi besar.
- Kerugian total diperkirakan mencapai US$194 miliar.
- Negara-negara yang terdampak utama meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar.
- Penurunan pasokan minyak dapat memicu kenaikan harga minyak dunia hingga 5‑7%.
Berikut perkiraan kerugian ekonomi per negara:
| Negara | Kerugian (US$ Miliar) |
|---|---|
| Arab Saudi | 80 |
| Uni Emirat Arab | 45 |
| Kuwait | 35 |
| Qatar | 34 |
Para analisanya menilai bahwa konflik ini dapat memperpanjang ketidakstabilan di kawasan Teluk, mempengaruhi pasar energi, dan memperkuat posisi Amerika dalam negosiasi keamanan regional. Namun, risiko eskalasi militer tetap tinggi, mengingat Iran telah menegaskan kemampuan balas serangannya.




