Frankenstein45.Com – 17 Juni 2026 | Pada hari … Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyatakan pencabutan wewenang Palestina atas Masjid Ibrahimi di kota Hebron, wilayah Tepi Barat yang berada di bawah pendudukan Israel. Keputusan ini menimbulkan protes luas dari pihak Palestina, komunitas internasional, serta organisasi keagamaan.
Masjid Ibrahimi, yang juga dikenal sebagai Makam Nabi Ibrahim, merupakan situs suci bagi umat Islam dan Yahudi. Selama bertahun‑tahun, tempat ini menjadi simbol toleransi sekaligus sumber ketegangan. Sebelumnya, pengelolaan masjid diatur melalui perjanjian status quo yang melibatkan otoritas Palestina, Israel, serta badan keagamaan Yahudi.
- Langkah yang diambil: Pencabutan otoritas Palestina, penempatan pasukan keamanan Israel di sekitar kompleks, dan rencana pengawasan langsung oleh pemerintah Israel.
- Reaksi Palestina: Penolakan tegas, mengklaim tindakan ini melanggar hak beribadah dan menambah tekanan pada warga Hebron.
- Respon internasional: Beberapa negara dan lembaga hak asasi manusia menyerukan dialog dan menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.
Para ahli menilai bahwa kebijakan ini dapat memperburuk situasi keamanan di wilayah tersebut, mengingat Hebron sudah dikenal sebagai titik panas dengan bentrokan berkala antara warga Palestina dan pemukim Israel. Selain itu, perubahan status pengelolaan Masjid Ibrahimi dapat memicu aksi protes lebih luas di seluruh Tepi Barat.
Sejauh ini, tidak ada indikasi resmi mengenai langkah selanjutnya, namun banyak pihak mengantisipasi kemungkinan peningkatan kehadiran militer Israel di daerah sekitar masjid. Situasi ini menambah daftar kontroversi yang terus berkembang di tengah proses perdamaian yang sudah lama terhenti.




