ITB Serahkan Program Air Bersih di Agam Dukung Pemulihan Pascabencana
ITB Serahkan Program Air Bersih di Agam Dukung Pemulihan Pascabencana

ITB Serahkan Program Air Bersih di Agam Dukung Pemulihan Pascabencana

Frankenstein45.Com – 04 April 2026 | Institut Teknologi Bandung (ITB) secara resmi menyerahkan program penyediaan air bersih kepada masyarakat Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Program ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana setelah wilayah tersebut terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir 2023.

Program air bersih yang dipersembahkan mencakup instalasi sistem pengolahan air bersih berbasis teknologi membran serta jaringan distribusi yang dirancang untuk melayani lebih dari 2.000 penduduk setempat. Sistem tersebut diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 30.000 liter air bersih per hari, cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, fasilitas kesehatan, dan sekolah.

Berikut komponen utama program:

  • Unit pengolahan air bersih dengan kapasitas 30 m³/hari.
  • Jaringan pipa HDPE sepanjang 2,5 km yang menghubungkan titik produksi ke 15 titik distribusi.
  • Pompa tenaga surya untuk memastikan operasi berkelanjutan tanpa ketergantungan listrik konvensional.
  • Pelatihan operasional dan pemeliharaan bagi warga setempat, termasuk 20 relawan lokal yang dilatih selama tiga hari.

Pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi antara ITB, Pemerintah Kabupaten Agam, Dinas Kesehatan, dan beberapa lembaga non‑pemerintah. Pendanaan sebagian besar berasal dari hibah Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR, dengan tambahan kontribusi dari donatur swasta.

Rector ITB, Prof. Dr. Reini Wirahadikusumah, menyatakan, “Penyediaan air bersih yang layak adalah fondasi utama bagi pemulihan jangka panjang. Melalui teknologi yang tepat, kami berharap dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi risiko penyakit yang sering muncul pasca‑bencana.”

Sementara itu, Bupati Agam, H. Fikri Siregar, menekankan pentingnya keberlanjutan program, “Kami berkomitmen menjaga dan mengoperasikan fasilitas ini bersama warga. Dukungan ITB memberikan harapan baru bagi masyarakat yang telah lama kehilangan akses air bersih.”

Program ini dijadwalkan beroperasi penuh pada akhir Mei 2024, dengan fase monitoring dan evaluasi selama enam bulan pertama untuk memastikan kinerja optimal dan menyesuaikan kebutuhan komunitas.