Jaga Alam, Jaga Tradisi Lewat Tari Hekulu‑Kulu di Wakatobi
Jaga Alam, Jaga Tradisi Lewat Tari Hekulu‑Kulu di Wakatobi

Jaga Alam, Jaga Tradisi Lewat Tari Hekulu‑Kulu di Wakatobi

Frankenstein45.Com – 22 Mei 2026 | Di pulau Tomia, Wakatobi, masyarakat pesisir mengandalkan hasil laut untuk kehidupan sehari‑hari. Untuk menjaga kelestarian laut sekaligus melestarikan warisan budaya, mereka menampilkan Tari Hekulu‑Kulu, sebuah tarian tradisional yang mengisahkan hubungan manusia dengan ombak dan ikan.

Tari ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sarana edukasi lingkungan. Penari mengenakan kostum berbahan anyaman kelapa dan menirukan gerakan nelayan saat menyiapkan jala, menggambarkan pentingnya penangkapan yang berkelanjutan.

  • Penghormatan kepada laut: Gerakan melingkar melambangkan rasa syukur atas sumber daya laut.
  • Pendidikan generasi muda: Sekolah‑sekolah setempat mengintegrasikan tari ini dalam kurikulum budaya.
  • Pariwisata berbasis komunitas: Pertunjukan sering dijadikan atraksi bagi wisatawan yang ingin merasakan budaya maritim.

Dengan menampilkan Tari Hekulu‑Kulu secara rutin, warga Tomia berharap dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem terumbu karang serta mengurangi praktik penangkapan yang merusak.

Inisiatif ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan LSM lingkungan, yang bersama‑sama menyelenggarakan workshop pelatihan tari serta program pemantauan kualitas air. Upaya kolaboratif tersebut menunjukkan bahwa seni budaya dapat menjadi jembatan antara konservasi alam dan identitas lokal.