Frankenstein45.Com – 02 April 2026 | Setelah terjadinya gangguan operasional di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bantargebang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah cepat untuk mengatasi penumpukan sampah di wilayah tersebut. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan peningkatan armada truk pengangkut sampah guna mempercepat proses pengumpulan dan pengiriman ke lokasi pemrosesan yang masih berfungsi.
Gangguan di TPS Bantargebang menyebabkan penumpukan timbunan sampah di beberapa titik penampungan sementara, menimbulkan potensi dampak negatif bagi kebersihan dan kesehatan publik. Untuk menanggulangi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta merumuskan serangkaian tindakan konkret:
- Penambahan armada truk pengangkut sampah sebanyak 30 unit dalam tiga minggu ke depan.
- Peningkatan frekuensi pengangkutan dari dua kali menjadi empat kali per hari di area terdampak.
- Koordinasi intensif dengan pengelola TPS lainnya untuk mengoptimalkan kapasitas penampungan sementara.
- Pengawasan ketat terhadap prosedur penanganan sampah guna mencegah penumpukan kembali.
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya preventif agar tidak terjadi gangguan berulang yang dapat mengganggu aktivitas warga. “Kita harus memastikan bahwa sistem pengelolaan sampah tetap berjalan lancar, terutama ketika salah satu fasilitas utama terganggu,” ujarnya.
Selain penambahan truk, pemerintah juga mengaktifkan tim cepat untuk memonitor kondisi lapangan secara real time, memastikan bahwa setiap titik penampungan sementara tidak melampaui batas kapasitas. Diharapkan, dengan strategi ini, penumpukan sampah dapat diminimalisir dalam waktu singkat, sehingga kebersihan dan kenyamanan publik tetap terjaga.




