Jalur KRL Stasiun Bogor Batal Hari Ini, Jadwal Mundur Akibat Kecelakaan Besar di Bekasi Timur
Jalur KRL Stasiun Bogor Batal Hari Ini, Jadwal Mundur Akibat Kecelakaan Besar di Bekasi Timur

Jalur KRL Stasiun Bogor Batal Hari Ini, Jadwal Mundur Akibat Kecelakaan Besar di Bekasi Timur

Frankenstein45.Com – 28 April 2026 | Jalur kereta api komuter (KRL) Stasiun Bogor yang biasanya melayani ribuan penumpang setiap harinya dinyatakan batal beroperasi pada hari Selasa, 28 April 2026. Penutupan mendadak ini merupakan bagian dari rangkaian penyesuaian jadwal yang dipicu oleh kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada malam Senin, 27 April 2026.

Latar Belakang Kecelakaan

Pada pukul 20.52 WIB, sebuah unit KRL yang sedang melintas di Stasiun Bekasi Timur tertabrak oleh kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang beroperasi pada rute Gambir‑Surabaya Pasar Turi. Benturan tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada gerbong KRL, menimbulkan kebakaran kecil, serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Pihak kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat sekurang‑nya tujuh orang tewas dan 81 orang terluka. Semua korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Dampak pada Operasional KRL dan KA

Akibat insiden, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menghentikan sementara layanan KRL di sejumlah rute, termasuk jalur Bogor‑Manggarai dan Bogor‑Pasar Senen yang melewati Stasiun Bekasi Timur. Pada hari Selasa, 28 April, sebanyak 19 kereta jarak jauh (KA) dibatalkan, menambah 13 pembatalan yang dilaporkan pada hari sebelumnya. Daftar lengkap kereta yang dibatalkan mencakup:

  • KA Gunungjati (Cirebon‑Gambir)
  • KA Purwojaya (Cilacap‑Gambir)
  • KA Purwojaya (Gambir‑Cilacap)
  • KA Madiun Jaya (Madiun‑Pasar Senen)
  • KA Argo Sindoro (Semarang Tawang‑Gambir)
  • KA Mataram (Solo Balapan‑Pasar Senen)
  • KA Gumarang (Surabaya Pasarturi‑Pasar Senen)
  • KA Singasari (Blitar‑Pasar Senen)
  • KA Jayabaya (Malang‑Pasar Senen)
  • KA Manahan (Solo Balapan‑Gambir)
  • KA Progo (Lempuyangan‑Pasar Senen)
  • KA Argo Anjasmoro (Surabaya Pasarturi‑Gambir)
  • KA Menoreh (Semarang Tawang‑Pasar Senen)

Selain kereta jarak jauh, semua layanan KRL yang berangkat atau tiba di Stasiun Bekasi Timur ditunda. Penumpang yang memiliki tiket pada jadwal yang terdampak berhak mengajukan refund penuh (100 %) melalui Call Center 121 atau aplikasi Access by KAI.

Langkah Mitigasi PT KAI

Untuk mengurangi dampak pada mobilitas penumpang, KAI Commuter menyiapkan layanan shuttle Transjakarta dari Terminal Bulak Kapal Bekasi ke Stasiun Bekasi. Empat unit bus (TJ 785, TJ 854, TJ 531, TJ 782) beroperasi secara terus‑menerus selama proses evakuasi selesai. Selain itu, KAI mengumumkan bahwa Stasiun Bogor akan tetap terbuka untuk layanan penumpang, namun semua jadwal keberangkatan akan mundur beberapa jam dibandingkan jadwal normal.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa prioritas utama adalah keselamatan penumpang dan petugas, serta pemulihan infrastruktur. “Kami sedang melakukan evakuasi gerbong, pembersihan puing, serta pemeriksaan kelistrikan. Setelah semua tahapan selesai, jalur akan dibuka kembali secepatnya,” ujarnya dalam konferensi pers di lokasi.

Jadwal Perbaikan dan Harapan Normalisasi

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan target agar jalur Bekasi‑Cikarang kembali normal pada sore hari Selasa, 28 April 2026. Proses recovery mencakup tiga fase: evakuasi penumpang, pemulihan gerbong yang rusak, dan inspeksi teknis pada sistem kelistrikan serta sinyal.

Jika proses evakuasi selesai tepat waktu, jalur KRL Stasiun Bogor diperkirakan dapat beroperasi kembali pada malam hari, dengan jadwal yang tetap mundur sekitar satu hingga dua jam dibandingkan jam operasional normal. Penumpang disarankan memeriksa update jadwal secara berkala melalui aplikasi KAI Access atau kanal resmi PT KAI di media sosial.

Selama periode penutupan, PT KAI juga meningkatkan layanan bantuan di stasiun utama, termasuk petugas informasi, posko medis, dan titik bantuan penumpang yang membutuhkan informasi tiket atau refund.

Dengan koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan PT KAI, diharapkan gangguan ini dapat diminimalisir dan layanan kereta kembali normal dalam waktu singkat, mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem transportasi kereta api di wilayah Jabodetabek.