Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Perceraian memang menjadi pilihan terakhir setelah segala upaya mempertahankan rumah tangga tidak menemukan titik temu. Meski hubungan suami istri berakhir, tanggung jawab orang tua terhadap anak tidak boleh berakhir begitu saja.
Buya Yahya menegaskan pentingnya melindungi anak dari dampak negatif perceraian. Ia mengingatkan bahwa anak bukan objek yang harus dipertaruhkan dalam perselisihan orang tua, melainkan individu yang memerlukan keamanan emosional.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan Buya Yahya untuk para orang tua yang sedang menghadapi perceraian:
- Jangan jadikan anak sebagai saksi atau perantara. Hindari membicarakan masalah pribadi di depan anak atau melibatkan mereka dalam percakapan yang memicu konflik.
- Jaga konsistensi pola asuh. Usahakan agar rutinitas harian anak tetap stabil, termasuk jam makan, sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler.
- Komunikasi terbuka antara orang tua. Meskipun hubungan telah berakhir, tetaplah berkoordinasi demi kepentingan anak, seperti jadwal kunjungan dan keputusan penting lainnya.
- Perhatikan kesehatan mental anak. Jika anak menunjukkan tanda-tanda stres, cemas, atau perubahan perilaku, segera konsultasikan ke psikolog atau konselor anak.
- Berikan rasa aman dan kasih sayang. Pastikan anak merasakan bahwa kedua orang tuanya tetap mencintainya tanpa memandang status pernikahan.
Dengan menerapkan langkah‑langkah tersebut, orang tua dapat meminimalkan dampak psikologis perceraian dan membantu anak tumbuh menjadi individu yang kuat dan sehat secara emosional.




