Jasamarga dan Kepolisian Hentikan Contraflow di Tol Jakarta‑Cikampek
Jasamarga dan Kepolisian Hentikan Contraflow di Tol Jakarta‑Cikampek

Jasamarga dan Kepolisian Hentikan Contraflow di Tol Jakarta‑Cikampek

Frankenstein45.Com – 06 April 2026 | PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama aparat kepolisian melakukan normalisasi rekayasa lalu lintas (contraflow) yang selama ini diterapkan di ruas Tol Jakarta‑Cikampek. Contraflow merupakan pengalihan arus kendaraan ke jalur searah berlawanan untuk mengatasi kemacetan atau keperluan darurat, namun belakangan menimbulkan keluhan dari pengguna jalan.

Berbagai keluhan tersebut mencakup:

  • Kepadatan kendaraan yang tidak terkelola dengan baik pada jam sibuk.
  • Risiko kecelakaan meningkat karena perubahan pola lalulintas mendadak.
  • Kebingungan pengendara akibat kurangnya informasi yang jelas.

Menanggapi hal tersebut, pada tanggal 5 April 2024 pihak Jasamarga bersama Polres Karawang melakukan inspeksi dan menghentikan operasi contraflow di bagian tersebut. Proses normalisasi meliputi:

  1. Pembongkar rambu dan penanda jalan sementara yang mengarahkan kendaraan berlawanan arah.
  2. Pengembalian jalur ke kondisi satu arah sesuai desain asli.
  3. Peningkatan petugas pengatur lalulintas di titik‑titik rawan.

Pihak Jasamarga menyatakan keputusan ini diambil demi keselamatan pengguna jalan dan meningkatkan kelancaran arus kendaraan. Sementara kepolisian menegaskan bahwa tindakan tersebut sejalan dengan upaya penegakan hukum lalu lintas dan pencegahan kecelakaan.

Penghentian contraflow diperkirakan akan menurunkan waktu tempuh rata‑rata pada jam‑jam puncak sekitar 10‑15 menit, berdasarkan simulasi yang dilakukan oleh tim teknis Jasamarga. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa pengguna tetap harus mematuhi aturan lalu lintas, terutama pada zona kerja dan pemeliharaan jalan.

Ke depannya, Jasamarga berencana mengoptimalkan penggunaan teknologi Intelligent Transport System (ITS) untuk mengelola kepadatan lalu lintas tanpa harus mengandalkan rekayasa manual seperti contraflow. Pemerintah daerah juga akan meningkatkan sosialisasi kepada publik mengenai perubahan pola lalulintas yang terjadi.