Frankenstein45.Com – 27 Mei 2026 | Bek andalan Sassuolo sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menutup debutnya di Serie A 2025/2026 dengan catatan mengesankan. Penampilan konsisten, rating rata‑rata 6,49 per pertandingan, serta peran krusial dalam delapan clean sheet menjadikannya nama yang tak bisa diabaikan. Kini, spekulasi mengenai musim depan mengalir deras: Sassuolo berpeluang mendatangkan mantan pelatih AC Milan untuk memimpin tim, dan Idzes akan menjadi sosok kunci dalam skema taktik baru.
Sejak bergabung dari Venezia pada musim panas 2025 dengan nilai transfer sekitar Rp151,7 miliar, Idzes langsung menjadi starter di 35 pertandingan, mencatat total 3.063 menit bermain. Tidak hanya menjadi pilar pertahanan bersama Tari Muharemovic, ia juga dikenal sebagai tembok kukuh yang mampu menahan serangan lawan, terbukti dari catatan 14 kemenangan tim ketika ia berada di lapangan. Sebaliknya, ketiga kali tim tanpa kehadirannya berujung pada kekalahan dan kebobolan tujuh gol.
Performa Musim Ini: Data dan Fakta
- Jumlah penampilan: 35 pertandingan (starter)
- Menit bermain: 3.063 menit
- Rating rata‑rata: 6,49
- Clean sheet saat Idzes bermain: 8 kali
- Penghargaan: Pemain Terbaik PSSI Awards 2026
Prestasi tersebut tak lepas dari peran ganda Idzes sebagai bek tengah dan pemimpin di lapangan. Ia kerap berduet dengan Muharemovic, menutup ruang bagi penyerang lawan dan membantu transisi serangan cepat melalui umpan pendek yang akurat. Pada laga melawan Fiorentina, Idzes bahkan meraih Man of The Match, menegaskan pengaruhnya dalam fase defensif dan ofensif.
Namun, akhir musim tidak sepenuhnya mulus. Pada pertandingan melawan Parma di Ennio Tardini, Idzes harus turun akibat cedera tumit pada menit ke‑54. Meskipun cedera tersebut menutup penampilannya di laga penutup, ia tetap menjadi sorotan utama karena kontribusinya selama 34 pertandingan sebelumnya.
Spekulasi Pelatih Eks AC Milan
Berita transfer di luar negeri menyoroti kemungkinan Sassuolo mengamankan mantan pelatih AC Milan untuk memimpin tim pada musim 2026/2027. Nama yang paling sering disebut adalah Stefano Pioli, yang meninggalkan Milan pada akhir musim 2024 setelah mengukir sejumlah pencapaian, termasuk gelar Serie A 2022. Pioli dikenal dengan pola permainan berbasis penguasaan bola dan pertahanan terorganisir, dua hal yang sejalan dengan karakteristik Idzes.
Jika spekulasi tersebut menjadi kenyataan, Idzes diprediksi akan menjadi figur sentral dalam sistem pertahanan baru. Pioli biasanya menempatkan bek tengah dalam formasi tiga‑tiga‑tiga atau empat‑dua‑dua‑dua, memberikan kebebasan bagi bek untuk ikut dalam fase serangan. Kecepatan, kemampuan membaca permainan, dan kepemimpinan Idzes dapat menjadi nilai tambah yang signifikan dalam mengimplementasikan taktik Pioli.
Selain Pioli, nama lain yang muncul adalah Gennaro Gattuso, yang pernah melatih Milan pada periode singkat 2023‑2024. Gattuso, dengan filosofi “hard work and intensity”, dapat memanfaatkan fisik Idzes yang kuat dan mental juara untuk meningkatkan agresivitas pertahanan Sassuolo.
Harapan Timnas Indonesia dan Pengaruh Internasional
Penampilan Idzes di Serie A tidak hanya mengangkat nama klub, tetapi juga memberikan dampak positif bagi Timnas Indonesia. Sebagai kapten, ia menjadi contoh profesionalisme bagi rekan-rekan satu skuad. Jika Sassuolo berhasil menandatangani pelatih berpengalaman seperti mantan pelatih AC Milan, peluang Idzes untuk bermain di kompetisi Eropa seperti Liga Champions atau Europa League akan semakin terbuka. Hal ini tentunya akan memperkaya pengalaman internasionalnya serta meningkatkan eksposur sepakbola Indonesia di panggung global.
Para pengamat menilai bahwa kolaborasi antara Idzes dan pelatih eks‑Milan dapat menghasilkan pertahanan yang lebih solid, sekaligus memberikan fleksibilitas taktis. Dengan pola permainan yang menekankan penguasaan bola, bek tengah seperti Idzes akan diminta untuk berperan lebih aktif dalam membangun serangan, bukan sekadar menahan serangan lawan.
Secara keseluruhan, musim debut Jay Idzes di Serie A telah membuktikan kualitasnya sebagai bek kelas dunia. Potensi kedatangan mantan pelatih AC Milan ke Sassuolo menambah bumbu menarik bagi perjalanan kariernya selanjutnya. Apabila sinergi antara pemain dan pelatih baru terjalin dengan baik, musim depan bisa menjadi babak baru yang lebih gemilang, tidak hanya bagi Idzes, tetapi juga bagi sepakbola Indonesia secara keseluruhan.




