Frankenstein45.Com – 20 Mei 2026 | Menjelang hari raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Solo meningkatkan pengawasan terhadap hewan kurban untuk memastikan keamanan, kesehatan, dan kehalalan produk ternak yang beredar di pasar tradisional dan titik penjualan utama.
Pengawasan dilakukan di lima zona strategis, yaitu Pasar Banjarsari, Pasar Gede, Terminal Banjarsari, Stasiun Solo Balapan, dan sekitar Masjid Agung. Setiap zona dilengkapi dengan pos pengawasan yang dikelola oleh tim gabungan Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan petugas karantina.
Tim pengawas melakukan serangkaian langkah, antara lain:
- Pemeriksaan dokumen kepemilikan dan sertifikat kesehatan hewan.
- Inspeksi visual terhadap kondisi fisik hewan (kulit, mata, pernapasan).
- Pengujian sampel darah untuk mendeteksi penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) serta brucellosis.
- Pemberian rekomendasi perawatan atau penolakan hewan yang tidak memenuhi standar.
Berikut rangkuman lokasi pengawasan dan jumlah petugas yang ditugaskan:
| Lokasi | Petugas |
|---|---|
| Pasar Banjarsari | 12 |
| Pasar Gede | 10 |
| Terminal Banjarsari | 8 |
| Stasiun Solo Balapan | 6 |
| Masjid Agung | 5 |
Kepala Dispangtan, Dr. Suharto, menyatakan, \”Kami berkomitmen menjaga keamanan dan kesejahteraan hewan kurban serta melindungi konsumen dari risiko kesehatan. Pengawasan ini juga mencegah praktek penipuan harga dan memastikan hewan yang dijual layak disembelih secara syariah.\”
Selama periode 1‑10 Dzulhijjah, lebih dari 3.000 ekor hewan kurban telah diperiksa. Dari total tersebut, sekitar 5 % ditolak karena tidak memenuhi kriteria kesehatan atau dokumen yang tidak lengkap. Hewan yang ditolak akan dikembalikan ke pemilik untuk perawatan atau diganti dengan hewan yang memenuhi persyaratan.
Selain inspeksi fisik, Dispangtan juga memanfaatkan aplikasi berbasis web untuk mencatat hasil pemeriksaan secara real‑time, memudahkan koordinasi antar‑instansi, dan mempercepat proses verifikasi data.
Penguatan pengawasan ini diharapkan dapat menurunkan potensi penyebaran penyakit zoonotik, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas kurban, dan memastikan pelaksanaan ibadah Idul Adha berlangsung aman serta khidmat.




