Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Umum PBNU Muhaimin Iskandar, yang lebih dikenal sebagai Cak Imin, menegaskan kembali pentingnya menjaga agar organisasi tidak dijadikan arena permainan politik internal.
Cak Imin menyampaikan ultimatum kepada semua elemen dalam Pengurus Besar NU (PBNU) untuk menghentikan aktivitas politik yang bersifat personal maupun sektarian. Ia menekankan bahwa fokus utama organisasi harus tetap pada tugas keagamaan, sosial, dan pendidikan, terutama menjelang rapat tahunan yang akan menentukan arah kebijakan NU selama lima tahun ke depan.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
- Setiap kader harus menahan diri dari kampanye politik yang dapat memecah belah.
- Pengurus harus memprioritaskan persiapan materi Muktamar, bukan persaingan internal.
- Jika ada pelanggaran, akan dikenakan sanksi administratif sesuai AD/ART PBNU.
Ultimatum ini muncul setelah munculnya laporan mengenai perselisihan antar faksi di tingkat wilayah dan kota, yang berpotensi mengganggu kelancaran proses pemilihan pimpinan Muktamar. Cak Imin menegaskan bahwa NU tidak boleh menjadi “benda politik” yang diperebutkan oleh kelompok manapun.
Dalam pernyataannya, Cak Imin juga mengingatkan bahwa NU memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan umat Islam Indonesia, serta menjadi jembatan dialog antar‑agama. Oleh karena itu, setiap upaya yang dapat menodai citra organisasi harus dihentikan segera.
Para tokoh NU di tingkat provinsi dan kabupaten diminta untuk menyebarluaskan pesan ini kepada seluruh anggota, sekaligus memastikan bahwa agenda politik luar organisasi tidak mencampuri urusan internal PBNU.
Jika pesan tersebut diindahkan, diharapkan Muktamar ke-35 dapat berlangsung dengan damai, menghasilkan kepengurusan baru yang bersatu, serta memperkuat posisi NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.




