Frankenstein45.Com – 21 Mei 2026 | Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35, sejumlah tokoh Nahdliyin menegaskan pentingnya proses pemilihan kepemimpinan PBNU berlangsung tanpa campur tangan pihak manapun, termasuk pemerintah.
Para ulama menilai bahwa independensi pemilihan internal organisasi keagamaan merupakan bagian dari menjaga martabat Nahdlatul Ulama serta menghormati sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:
- Penetapan kepengurusan PBNU harus bebas dari tekanan politik.
- Setiap tahapan pemilihan harus transparan dan akuntabel.
- Penghormatan terhadap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan menjadi landasan utama.
Harapan tersebut muncul di tengah dinamika politik nasional yang kerap melibatkan lembaga keagamaan dalam agenda kekuasaan. Tokoh Nahdliyin menekankan bahwa intervensi dapat menodai integritas organisasi serta mengurangi kepercayaan masyarakat.
Sejarah panjang Nahdlatul Ulama sebagai kekuatan sosial yang berperan dalam pergerakan kemerdekaan dan pembentukan negara menjadi alasan kuat bagi para pemimpin untuk melindungi kebebasan internal organisasi.
Dengan menegakkan prinsip non‑intervensi, diharapkan Muktamar ke-35 dapat menghasilkan kepemimpinan yang bersih, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa terpengaruh oleh kepentingan politik luar.




