Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Jemaat Gereja Katolik Paroki St. Robertus Bellarminus di Cililitan, Jakarta Timur, memperingati penderitaan Kristus dengan mengadakan visualisasi Jalan Salib yang memadukan elemen seni, cahaya, dan musik. Acara yang berlangsung pada pekan suci ini melibatkan ribuan umat yang mengikuti serangkaian lima puluh stasiun, masing-masing diwakili oleh lukisan, patung, serta instalasi cahaya yang menekankan makna pengorbanan Yesus.
Setiap stasiun ditata di area gereja dan halaman sekitarnya, sehingga para peserta dapat bergerak secara berurutan sambil merenungkan setiap tahapan penderitaan Yesus, mulai dari penghakiman di Pengadilan Pilatus hingga penguburan di makam. Pada beberapa titik, para relawan menampilkan drama singkat yang menggambarkan adegan‑adegan penting, sementara alunan musik liturgi mengiringi langkah para peziarah.
- Stasiun 1‑10: Fokus pada penyaliban dan penderitaan fisik Yesus.
- Stasiun 11‑30: Menyoroti pertemuan Yesus dengan para murid dan wanita‑wanita yang setia.
- Stasiun 31‑50: Menggambarkan pengorbanan spiritual, termasuk doa, pengkhianatan, dan penyaliban.
Pendeta Paroki, Bapak Petrus Santoso, menjelaskan bahwa penggunaan visualisasi bertujuan agar umat dapat “merasakan” secara lebih intensif apa yang dialami Kristus, terutama generasi muda yang lebih terbiasa dengan media visual. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tentang nilai‑nilai kasih, pengorbanan, dan harapan yang terkandung dalam tradisi Kristiani.
Selain kegiatan utama, panitia menyediakan area refleksi dengan kursi kayu sederhana, lilin, dan buku doa, memungkinkan setiap orang menuliskan permohonan atau ungkapan syukur mereka. Banyak peserta yang menyatakan bahwa pengalaman ini memperdalam iman mereka dan menumbuhkan rasa solidaritas di antara sesama umat.
Acara visualisasi Jalan Salib ini dijadwalkan kembali pada masa Paskah tahun depan, dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak komunitas dan memperluas dampak spiritualnya.




