John Herdman Bela Ramadhan Sananta: Peran Striker Mirip Olivier Giroud, Kunci Garuda Menuju Final FIFA Series 2026
John Herdman Bela Ramadhan Sananta: Peran Striker Mirip Olivier Giroud, Kunci Garuda Menuju Final FIFA Series 2026

John Herdman Bela Ramadhan Sananta: Peran Striker Mirip Olivier Giroud, Kunci Garuda Menuju Final FIFA Series 2026

Frankenstein45.Com – 30 Maret 2026 | Jakarta, 30 Maret 2026 – Pelatih Timnas Indonesia asal Kanada, John Herdman, kembali menegaskan dukungan penuh terhadap penyerang muda, Ramadhan Sananta, usai pemain tersebut menjadi sorotan tajam di media sosial setelah laga pembuka FIFA Series 2026 melawan Saint Kitts and Nevis. Meskipun tim Garuda menang telak 4-0, Sananta tidak mencetak gol dan justru menjadi bahan kritik keras netizen yang menuduhnya tidak efektif di lini serang.

Suasana Laga dan Kritik Publik

Pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (27/3/2026) menyajikan dominasi total Indonesia. Empat gol tercipta melalui kolaborasi Ole Romeny, Beckham Putra, dan rekan‑rekan lainnya. Sananta, yang bermain selama 72 menit, hanya mencatatkan beberapa peluang yang sayangnya tidak berujung. Kegagalan mencetak gol memicu gelombang komentar negatif di platform media sosial, dengan banyak netizen menilai performanya kurang maksimal.

Herdman Membela Sananta

Melihat situasi tersebut, Herdman mengungkapkan kekecewaannya atas komentar berlebihan. “Kami sangat membutuhkan Ramadhan Sananta. Kritik yang dia terima di media sosial terlalu berlebihan dan tidak adil. Dia selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Herdman dalam konferensi pers di lapangan madya GBK pada Minggu (29/3/2026). Pelatih menekankan bahwa nilai seorang striker tidak semata‑mata diukur dari jumlah gol.

Perbandingan dengan Olivier Giroud

Herdman kemudian menarik contoh dari dunia internasional. “Jika Anda melihat Olivier Giroud, striker Prancis yang pernah tidak mencetak gol di Piala Dunia 2018, namun tetap dihargai karena kontribusinya dalam membuka ruang, menahan bola, dan menekan lawan, maka Anda akan mengerti peran Sananta,” kata Herdman. Menurutnya, Sananta memiliki karakter yang mirip: pemain yang mampu menarik lini belakang lawan, menjadi titik awal pressing, serta menciptakan celah bagi rekan-rekannya.

Kontribusi Tak Terlihat di Lini Depan

Herdman menjelaskan beberapa aspek tak terlihat yang membuat Sananta vital bagi taktik Garuda:

  • Gerakan Tanpa Bola: Pergerakan Sananta sering kali memaksa bek lawan menyesuaikan posisi, sehingga menciptakan ruang bagi Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, dan Beckham Putra.
  • Tekanan Tinggi: Sebagai garis pertama dalam pressing, Sananta membantu tim merebut kembali bola di zona lawan, mempercepat transisi menyerang.
  • Kekuatan Fisik: Dengan postur yang kuat, ia mampu menahan duel fisik, khususnya melawan bek yang lebih tinggi seperti Mervin Lewis.
  • Kebijakan Posisi: Sananta mampu menahan bola di sisi sayap kanan atau kiri, memberi fleksibilitas kepada pelatih dalam mengatur formasi 4‑3‑3 atau 4‑2‑3‑1.

Persiapan Menuju Final melawan Bulgaria

Dengan final FIFA Series 2026 yang dijadwalkan pada Senin (30/3/2026) melawan Bulgaria, Herdman menegaskan bahwa peran Sananta akan tetap krusial. “Saya berharap suporter dapat lebih tenang dan menghargai kerja kerasnya. Di laga penting ini, kemampuan Sananta dalam membuka ruang akan menjadi faktor penentu,” tambahnya. Tim Indonesia diprediksi akan mengandalkan kombinasi serangan cepat antara Sananta dan Romeny, sementara Beckham Putra diposisikan sebagai penyerang utama yang diharapkan mencetak gol.

Reaksi Publik dan Harapan Kedepan

Beberapa suporter yang awalnya kritis mulai menunjukkan dukungan setelah mendengar penjelasan Herdman. Diskusi di forum fan klub beralih ke topik taktik, menilai bahwa peran Sananta memang lebih kompleks daripada sekadar mencetak gol. Pihak PSSI juga menyatakan akan terus memantau performa Sananta di kompetisi domestik bersama DPMM FC, sekaligus menyiapkan opsi naturalisasi striker lain bila diperlukan.

Secara keseluruhan, Herdman menegaskan bahwa keberhasilan Timnas Indonesia tidak hanya bergantung pada pencetak gol, melainkan pada kerja sama tim yang solid, di mana setiap pemain, termasuk Ramadhan Sananta, memiliki peran yang tidak dapat digantikan. Dengan mentalitas tersebut, Garuda berambisi menorehkan kemenangan bersejarah melawan Bulgaria di final FIFA Series 2026.