John Herdman Umumkan 23 Nama, Witan Sulaeman & Marselino Ferdinan Kembali ke Garuda Jelang AFF 2026
John Herdman Umumkan 23 Nama, Witan Sulaeman & Marselino Ferdinan Kembali ke Garuda Jelang AFF 2026

John Herdman Umumkan 23 Nama, Witan Sulaeman & Marselino Ferdinan Kembali ke Garuda Jelang AFF 2026

Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengumumkan skuad berjumlah 23 pemain yang akan memperkuat Garuda dalam rangka Piala AFF 2026. Pengumuman ini sekaligus menandai kembalinya dua bintang muda, Witan Sulaeman dan Marselino Ferdinan, setelah absen dalam beberapa pertemuan internasional.

Strategi Dua Skuad Menurut Herdman

Herdman menegaskan bahwa jadwal 2026 menuntut pembagian skuad yang berbeda antara FIFA Matchday Juni dan ajang AFF yang dimulai pada akhir Juli. Pada FIFA Matchday, pemain diaspora yang berkarier di Eropa akan menjadi fokus utama, sementara AFF akan diisi pemain lokal dari Liga Indonesia. Kebijakan ini selaras dengan regulasi FIFA yang melarang klub Eropa menurunkan pemainnya untuk kompetisi yang tidak masuk kalender resmi FIFA.

“Kami memiliki dua fase persiapan: fase pertama untuk menguji pemain diaspora pada FIFA Matchday, dan fase kedua untuk mengoptimalkan potensi pemain domestik di AFF,” ujar Herdman dalam konferensi pers di Jakarta.

Daftar 23 Pemain Terpilih

Berikut beberapa nama yang termasuk dalam daftar 23 pemain yang dipanggil oleh Herdman. Daftar lengkap dapat berubah setelah sesi latihan akhir di bulan November.

  • Witan Sulaeman (penyerang, klub: Al-Fateh, Arab Saudi)
  • Marselino Ferdinan (gelandang serang, klub: Ajax, Belanda)
  • Elkan Baggott (bek tengah, klub: Ipswich Town, Inggris)
  • Rizky Dwi Pangestu (bek kanan, klub: Persija Jakarta)
  • Ricky Subagja (bek kiri, klub: Bali United)
  • Rizky Pratama (gelandang bertahan, klub: PSM Makassar)
  • Fajar Handika (gelandang tengah, klub: Persib Bandung)
  • Alberto Goncalves (penyerang sayap, klub: Arema FC)
  • Andri Ibo (bek tengah, klub: PSIS Semarang)
  • Rafli Mursalim (gelandang serang, klub: Madura United)
  • Gianluca Kiwau (penjaga gawang, klub: Persik Kediri)
  • Afriansyah (penjaga gawang, klub: Persebaya Surabaya)
  • Ardi Idrus (bek kanan, klub: Borneo FC)
  • Ricky Raka (gelandang bertahan, klub: Sriwijaya FC)
  • Alberto Rachman (penyerang tengah, klub: PSS Sleman)
  • Bayu Gatra (gelandang, klub: Persebaya Surabaya)
  • Fauzi Toldo (bek kiri, klub: Persikabo 1973)
  • Jaka Satria (gelandang serang, klub: PSM Makassar)
  • Yusuf Maulawi (penyerang, klub: PSMS Medan)
  • Hendri Setiawan (bek tengah, klub: Persija Jakarta)
  • Adri Cakob (penjaga gawang, klub: Persita Tangerang)
  • Rizal Rafi (gelandang, klub: Barito Putera)

Kembalinya Witan Sulaeman dan Marselino Ferdinan

Kedua pemain muda ini sebelumnya absen karena fokus pada kompetisi klub di luar negeri. Witan kembali setelah menyelesaikan musim bersama Al-Fateh, sementara Marselino menuntaskan masa pinjaman di Ajax. Herdman menilai kedua pemain memiliki kualitas teknis dan mental yang tepat untuk memperkuat lini serang Garuda.

“Witan dan Marselino menunjukkan perkembangan luar biasa di level klub. Mereka siap memberikan kontribusi signifikan pada turnamen regional,” tambah Herdman.

Persiapan Akhir Menjelang November

Setelah FIFA Matchday berakhir pada Juni, tim akan menggelar dua sesi latihan intensif di Jakarta pada akhir Mei dan pertengahan Juli. Sesi pertama difokuskan pada pemain lokal, sedangkan sesi kedua akan mempertemukan kembali para pemain diaspora. November menjadi bulan penentuan akhir, di mana Herdman akan menilai performa masing‑masing pemain untuk menyiapkan skuad utama yang akan bertarung di Piala Asia 2027.

Strategi ini mencerminkan tujuan jangka panjang Herdman: menyiapkan Indonesia tidak hanya untuk meraih prestasi di AFF, tetapi juga untuk bersaing di Piala Dunia 2030 serta Piala Asia 2027.

Dengan kombinasi pengalaman diaspora dan energi pemain domestik, harapan besar menanti Garuda. Jika proses seleksi berjalan sesuai rencana, Indonesia dapat memasuki fase baru dalam sejarah sepak bola Asia, menatap peluang lolos ke putaran akhir Piala Asia dan menyiapkan generasi berikutnya untuk kompetisi dunia.