Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa

Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa

Frankenstein45.Com – 12 Juni 2026 | Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menegaskan bahwa Liga Bintang Juara yang disiarkan oleh GTV menjadi platform strategis untuk menggerakkan pemerataan pendidikan sekaligus menumbuhkan kreativitas di kalangan siswa.

Acara tersebut menampilkan kompetisi antar‑sekolah di seluruh wilayah Tangerang dengan melibatkan lebih dari 150 tim yang terdiri dari kelas 6 SD hingga kelas 12 SMA. Setiap tim ditantang untuk menampilkan proyek inovatif dalam bidang sains, teknologi, seni, dan olahraga, yang kemudian dinilai oleh panel juri independen.

Wahyudi Iskandar menjelaskan bahwa tujuan utama Liga Bintang Juara adalah memberi kesempatan yang setara bagi sekolah‑sekolah dengan sumber daya terbatas untuk menampilkan potensi terbaik siswanya. “Dengan menyiarkan kompetisi ini secara luas, kami berharap semua pihak—baik orang tua, guru, maupun pemangku kepentingan—dapat menyaksikan dan mendukung bakat yang ada di setiap sudut kota,” ujarnya.

Selain memperluas akses, acara ini juga menekankan pentingnya kreativitas sebagai kompetensi abad ke‑21. Peserta diminta tidak hanya mengandalkan hafalan, melainkan mengembangkan ide-ide baru, memecahkan masalah nyata, dan berkolaborasi secara tim. Hasilnya, sejumlah proyek inovatif muncul, antara lain aplikasi pemantauan kebersihan lingkungan sekolah dan karya seni digital yang mengangkat nilai budaya lokal.

Berikut rangkuman beberapa poin kunci yang diangkat dalam pernyataan Kepala Dinas Pendidikan:

  • Pemerataan akses kompetisi bagi semua sekolah, termasuk yang berada di daerah terpencil.
  • Peningkatan kreativitas melalui tantangan multidisiplin.
  • Penguatan jaringan kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan media.
  • Pemantauan dampak jangka panjang terhadap prestasi akademik dan non‑akademik siswa.

Dengan keberhasilan musim pertama, Dinas Pendidikan Kota Tangerang berencana memperluas jangkauan Liga Bintang Juara ke tingkat kabupaten pada tahun ajaran berikutnya, sekaligus menambah kategori kompetisi seperti robotik dan literasi digital.

Pengembangan berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengintegrasikan pendidikan formal dengan kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat inklusif dan inovatif.