Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Persib Bandung kembali mengukir sejarah pada Minggu (10/5/2026) dengan mengalahkan Persija Jakarta 2-1 di Stadion Segiri, Samarinda. Kemenangan dramatis ini tidak hanya menambah tiga poin penting, melainkan juga menyalakan kembali harapan juara berturut‑turut – atau yang kini disebut hattrick – bagi skuad Maung Bandung.
Rekap Laga dan Peran Adam Alis
Gol pertama Persija dicetak oleh Alaaeddine Ajarie pada menit ke‑19, memberi Macan Kemayoran keunggulan awal. Namun, Persib bangkit cepat. Gelandang serba guna Adam Alis mencetak dua gol balasan pada menit ke‑28 dan ke‑38, memastikan kemenangan 2-1. Brace Alis menjadi sorotan utama, menegaskan kemampuan individu yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Statistik Pertandingan: Dominasi Persija Tidak Berbuah Kemenangan
Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengakui timnya menguasai 66 % penguasaan bola dan menembakkan 19 tembakan, jauh melampaui Persib yang hanya menguasai 34 % bola dengan tujuh tembakan. Meski demikian, statistik tidak berbanding lurus dengan hasil akhir. Persib memanfaatkan peluang secara klinis, sementara pertahanan Persija gagal menahan serangan balik.
Kalkulasi Poin Menuju Hattrick
Pada akhir pekan ke‑32, Persib berada di puncak klasemen sementara dengan 75 poin dari 32 laga. Dengan dua laga tersisa melawan PSM Makassar dan Persijap Jepara, perhitungan matematika menjadi krusial.
| Tim | Poin Sekarang | Poin Maksimum (2 Laga) | Total Maksimum |
|---|---|---|---|
| Persib Bandung | 75 | 6 | 81 |
| PSM Makassar | 70 | 6 | 76 |
| Persijap Jepara | 68 | 6 | 74 |
Jika Persib memenangkan kedua laga, total poinnya akan mencapai 81, menjamin gelar juara tanpa tergantung hasil tim lain. Bahkan jika mereka hanya meraih satu kemenangan dan satu hasil seri (78 poin), masih berada di atas ambang yang dapat dicapai oleh pesaing terdekat.
Strategi Bantuan Tim Satelit
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyinggung kemungkinan Persib mendapatkan dukungan dari tim satelit – klub-klub feeder yang berada di bawah payung Persib. Dengan menyalurkan pemain muda yang sudah terbiasa dengan taktik utama, Persib dapat memperkaya opsi rotasi, mengurangi kelelahan, dan menjaga konsistensi performa di dua laga terakhir.
Keunggulan Kandang: Jago di Tanah Sendiri
Walaupun kemenangan di Samarinda bukan di Bandung, catatan Persib menunjukkan dominasi di kandang. Statistik BRI Super League 2025/2026 mencatat Persib belum terkalahkan dalam 12 laga kandang, mencatat rata‑rata 2,3 gol per pertandingan. Keunggulan ini menjadi modal psikologis yang kuat saat menjelang laga akhir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Tantangan Akhir Musim dan Kata Wali Kota
Farhan tetap menekankan pentingnya tidak lengah. “Masih ada dua tanjakan, jangan pernah dianggap remeh,” tegasnya. Tekanan dari suporter dan ekspektasi publik menuntut Persib menampilkan permainan agresif, mengoptimalkan peluang, dan menjaga disiplin defensif.
Secara keseluruhan, kombinasi performa individu (seperti Adam Alis), dukungan taktis dari tim satelit, dan keunggulan kandang menjadikan Persib berada pada posisi matematika yang hampir pasti untuk mencetak hattrick juara Liga 1. Semua indikator mengarah pada satu kesimpulan: jika Persib menjaga konsistensi, hattrick juara bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang sangat dekat.




