Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian keputusan strategis yang memengaruhi keamanan nasional, dukungan terhadap kunjungan Presiden Prabowo Subianto, serta capaian penegakan hukum anti‑korupsi. Beberapa kebijakan penting yang diumumkan dalam pekan ini menegaskan arah kebijakan keamanan di ibu kota serta menyoroti peran Polri dalam program‑program pemerintahan yang lebih luas.
Jakarta Dijaga Jenderal Bintang Tiga
Dalam sebuah sambutan yang disampaikan di Jakarta, Kapolri Listyo menegaskan bahwa kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya menjadi Komisaris Jenderal (bintang tiga) merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Keputusan tersebut dituangkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 tertanggal 13 Mei 2026, yang sekaligus menaikkan pangkat Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, dari Inspektur Jenderal (bintang dua) ke Komisaris Jenderal (bintang tiga).
Langkah serupa juga diambil di lingkungan TNI Angkatan Darat, di mana Pangdam Jaya Deddy Suryadi pada Maret 2026 naik pangkat menjadi Letnan Jenderal, menjadikan Kodam Jaya satu‑satunya yang dipimpin oleh perwira berpangkat bintang tiga. Kombinasi kepemimpinan bintang tiga di Polda dan Kodam Jakarta menandai kebijakan keamanan terpusat yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia.
Kunjungan Kapolri ke Nganjuk: Persiapan Kedatangan Presiden
Pada 15 Mei 2026, Kapolri mendarat di Nganjuk, Jawa Timur, dengan helikopter untuk meninjau kesiapan pengamanan kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah serta Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Selama di sana, Listyo bersama tim inti Polri melaksanakan bakti sosial dan bakti kesehatan, memberikan paket sembako kepada 1.781 warga serta layanan medis gratis kepada 1.796 orang, meliputi poli gigi, mata, dalam, THT, akupuntur, hapus tato, EKG, dan laboratorium.
Dalam rangka gladi kedatangan Presiden, Kapolri didampingi Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kabaintelkam Polri Komjen Pol Yuda Gustawan, serta pejabat tinggi lainnya termasuk Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto. Kehadiran Polri di Nganjuk mempertegas sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menjamin kelancaran acara kenegaraan serta memberikan kontribusi sosial langsung kepada masyarakat setempat.
Peran Kapolri dalam Penanganan Korupsi
Di luar urusan keamanan wilayah, Listyo Sigit Prabowo juga menyoroti capaian Polri dalam memerangi korupsi selama tahun 2024. Menurut data resmi yang dipresentasikan pada akhir tahun 2024, Polri berhasil mengungkap 1.280 kasus korupsi, dengan 830 tersangka dijerat dan 431 perkara diselesaikan. Total kerugian negara yang teridentifikasi mencapai Rp 4,8 triliun, sementara upaya pemulihan aset berhasil menghasilkan Rp 887 miliar.
Satgas Pencegahan Tipidkor Polri melaksanakan 153 kegiatan koordinasi, 135 sosialisasi, serta deteksi‑aksi‑monitoring pada 12 bidang strategis, mulai dari pelayanan kepabeanan hingga pertanahan. Selama proses tersebut, 67 titik lemah tata kelola terdeteksi, menghasilkan 18 surat usulan perbaikan kepada lembaga terkait. Pendekatan ini menegaskan prinsip “ultimum remedium” Polri, di mana pencegahan menjadi prioritas utama sebelum menempuh jalur penegakan hukum.
Profil Singkat Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri
Asep Edi Suheri, yang kini menjabat sebagai Komisaris Jenderal Polisi di Polda Metro Jaya, lahir di Tasikmalaya pada 16 November 1972. Lulusan Akademi Kepolisian 1994, ia memiliki rekam jejak panjang dalam bidang riset, penegakan hukum siber, narkotika, dan kejahatan lintas negara. Sebelum menjadi Kapolda pada 2025, ia pernah memimpin Kapolres Cirebon Kota, Wakapolresta Bekasi, serta Kapolresta Tangerang. Di tingkat pusat, ia menduduki posisi strategis di Bareskrim Polri, termasuk sebagai Wadirtipidter, Dirtipidsiber, dan Wakabareskrim.
Pengangkatan Asep melalui Surat Telegram Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 menggantikan Karyoto yang dipindahkan ke Kabaharkam Polri, menandai era baru kepemimpinan dengan fokus pada integrasi teknologi dan kolaborasi lintas lembaga.
Kesimpulan
Serangkaian kebijakan yang diprakarsai oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo mencerminkan upaya terpadu pemerintah untuk memperkuat keamanan strategis di Jakarta, meningkatkan sinergi antar‑lembaga dalam penyelenggaraan acara kenegaraan, serta menegakkan hukum anti‑korupsi secara konsisten. Dengan kepemimpinan bintang tiga di tingkat Polri dan TNI, serta dukungan aktif dalam program sosial‑kemanusiaan, Listyo menegaskan komitmen Polri sebagai lembaga yang tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan nasional.




