Kapolri Pimpin Rakor Bareng Menteri, Siapkan Mitigasi Dampak Global dan Jaga Ekonomi 5 Persen
Kapolri Pimpin Rakor Bareng Menteri, Siapkan Mitigasi Dampak Global dan Jaga Ekonomi 5 Persen

Kapolri Pimpin Rakor Bareng Menteri, Siapkan Mitigasi Dampak Global dan Jaga Ekonomi 5 Persen

Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi lintas sektoral yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Pertemuan ini bertujuan menilai dampak eskalasi situasi global terhadap keamanan dalam negeri serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Para pejabat menyoroti bahwa ketegangan geopolitik, fluktuasi harga komoditas, dan gangguan rantai pasok dapat menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5 persen pada tahun ini. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang terintegrasi antara aparat kepolisian, kementerian terkait, serta lembaga keuangan.

Beberapa langkah utama yang disepakati antara lain:

  • Meningkatkan intelijen ekonomi untuk mengidentifikasi ancaman dini terhadap sektor‑sektor kritis seperti energi, pangan, dan transportasi.
  • Memperkuat kerjasama antara Polri dan otoritas bea cukai dalam memerangi penyelundupan barang yang dapat menimbulkan lonjakan harga.
  • Menyiapkan skema bantuan darurat bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak oleh gangguan pasokan.
  • Mengoptimalkan penggunaan teknologi pemantauan lalu lintas dan logistik untuk mengurangi kemacetan distribusi barang.
  • Menetapkan protokol koordinasi cepat antara kementerian dalam menanggapi perubahan mendadak di pasar global.

Selain fokus pada pencegahan, rapat juga membahas kesiapan keamanan nasional dalam menghadapi potensi aksi terorisme atau kejahatan lintas batas yang dapat dipicu oleh ketidakstabilan ekonomi. Polri berjanji akan meningkatkan kehadiran di pelabuhan, bandara, dan titik masuk strategis lainnya.

Dengan sinergi antar‑instansi, pemerintah berharap dapat menjaga laju pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5 persen sekaligus memastikan stabilitas keamanan bagi seluruh warga negara.