Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka Muktamar Pemuda Persis dengan menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, termasuk kejahatan siber yang merambah ke semua lapisan masyarakat.
Acara yang berlangsung di Gedung Persis, Jakarta, dihadiri oleh para pemuda aktivis, perwakilan kepolisian, serta tokoh-tokoh kebangsaan. Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa keamanan tidak lagi dapat dijaga hanya oleh aparat kepolisian, melainkan memerlukan peran aktif dari pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas.
Berikut poin utama yang disampaikan Kapolri:
- Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama untuk mencegah dan menanggulangi kejahatan, baik konvensional maupun digital.
- Kejahatan digital seperti penipuan online, peretasan data, dan penyebaran konten negatif semakin mengancam stabilitas sosial dan ekonomi.
- Peran pemuda diharapkan menjadi motor penggerak inovasi keamanan, termasuk melalui edukasi literasi digital dan partisipasi dalam program pencegahan kejahatan.
- Kolaborasi internasional perlu ditingkatkan untuk mengatasi jaringan kriminal transnasional yang berbasis teknologi.
Kapolri juga menggarisbawahi bahwa upaya pencegahan kejahatan digital harus dimulai dari pendidikan dasar. Ia mengajak lembaga pendidikan untuk memasukkan kurikulum keamanan siber, serta mendorong pemuda untuk menjadi agen perubahan yang kritis dan bertanggung jawab.
Selanjutnya, Kapolri mengumumkan rencana peningkatan kapasitas teknis kepolisian melalui pelatihan khusus bagi unit cyber crime, serta memperluas jaringan kerja sama dengan perusahaan teknologi untuk memperoleh intelijen yang lebih akurat.
Dalam penutupannya, Kapolri mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu, menegakkan hukum, dan menciptakan lingkungan digital yang aman serta kondusif bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.







