Karantina Papua Musnahkan 4,19 Ton Komoditas Tak Layak Konsumsi
Karantina Papua Musnahkan 4,19 Ton Komoditas Tak Layak Konsumsi

Karantina Papua Musnahkan 4,19 Ton Komoditas Tak Layak Konsumsi

Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Papua melakukan pemusnahan terhadap 4,19 ton komoditas yang dinyatakan tidak layak untuk dikonsumsi. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan karantina guna mencegah masuknya barang yang dapat menimbulkan risiko kesehatan pada konsumen.

Proses pemusnahan dimulai setelah tim inspeksi menemukan sejumlah barang yang tidak memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan. Barang-barang tersebut meliputi:

  • Sayuran segar yang mengalami kerusakan atau terkontaminasi
  • Buah-buahan yang menunjukkan tanda-tanda busuk atau jamur
  • Hasil perikanan yang tidak memenuhi syarat higienis

Setelah dilakukan penilaian, barang-barang tersebut dikategorikan sebagai “tidak layak konsumsi” dan selanjutnya dimusnahkan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh Barantin. Pemusnahan dilakukan dengan cara pembakaran yang aman dan terkontrol, sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan.

Pihak Balai Besar Karantina menyatakan bahwa langkah ini penting untuk menjaga integritas rantai pasok pangan, terutama di wilayah Papua yang memiliki tantangan logistik dan infrastruktur terbatas. “Kami berkomitmen untuk melindungi konsumen dari produk yang berpotensi membahayakan kesehatan,” ujar Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua.

Data yang dihimpun selama kegiatan ini menunjukkan bahwa pemusnahan barang tidak layak konsumsi menjadi bagian rutin dalam operasi karantina. Pada tahun sebelumnya, Barantin mencatat pemusnahan sekitar 3,5 ton komoditas serupa di wilayah lain.

Upaya pengawasan karantina diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas produk pangan yang beredar di pasar, sekaligus menurunkan risiko penyebaran penyakit yang berasal dari makanan yang terkontaminasi.