Kata Kemendikdasmen Soal Enam Siswa SD di Bima Tak Bisa Ikut TKA
Kata Kemendikdasmen Soal Enam Siswa SD di Bima Tak Bisa Ikut TKA

Kata Kemendikdasmen Soal Enam Siswa SD di Bima Tak Bisa Ikut TKA

Frankenstein45.Com – 08 April 2026 | Baru-baru ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Keagamaan (Kemendikdasmen) memberikan penjelasan mengenai kendala yang dialami enam murid Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang tidak dapat mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA). Menurut pernyataan resmi, penyebab utama adalah ketidaktertiban data pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga nama siswa tidak tercantum dalam sistem.

TKA merupakan salah satu komponen penting dalam proses evaluasi capaian belajar siswa, yang biasanya dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Ketidakhadiran data siswa pada Dapodik mengakibatkan mereka tidak terdaftar sebagai peserta, sehingga otomatis dikeluarkan dari daftar peserta TKA.

  • Enam siswa yang bersangkutan berada di SD yang sama di Bima.
  • Data mereka belum masuk atau belum terupdate pada Dapodik pada saat batas waktu pengunggahan.
  • Akibatnya, sistem administrasi tidak mengenali mereka sebagai peserta yang sah.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa masalah ini bersifat teknis dan bukan disebabkan oleh faktor akademik atau kebijakan sekolah. Kementerian berjanji akan melakukan audit data Dapodik secara menyeluruh dan mempercepat proses perbaikan agar siswa yang terdampak dapat mengikuti TKA pada putaran berikutnya.

Selain itu, pihak kementerian mengimbau semua sekolah untuk:

  1. Memastikan data siswa terisi lengkap dan akurat sebelum batas waktu yang ditetapkan.
  2. Melakukan sinkronisasi rutin dengan server Dapodik.
  3. Melaporkan segera setiap anomali data kepada Dinas Pendidikan setempat.

Jika perbaikan data berhasil, enam siswa tersebut akan dijadwalkan kembali untuk mengikuti TKA tanpa mengurangi hak mereka atas evaluasi kompetensi akademik. Kemendikdasmen juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua dan siswa yang terdampak serta menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas data pendidikan di seluruh wilayah.