Frankenstein45.Com – 12 April 2026 | Kata kesusu sudah lama menjadi bagian dari percakapan sehari-hari, terutama di kalangan masyarakat Jawa dan pengguna media sosial. Penggunaan kata ini kerap terdengar dalam obrolan santai, meme, dan komentar daring yang mengekspresikan rasa tergesa‑gesa.
Baru‑baru ini, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) secara resmi menambahkan kesusu ke dalam daftar kosakata bahasa Indonesia. Pengakuan ini menandakan bahwa istilah yang dulunya bersifat regional kini dianggap layak dipakai dalam konteks nasional.
Makna Resmi dalam KBBI
- Kesusu (kata keterangan): menggambarkan keadaan atau tindakan yang dilakukan dengan tergesa‑gesa, terburu‑buruan, atau tidak bersiap-siap secara matang.
Contoh Penggunaan
- “Dia menyelesaikan tugasnya dengan kesusu, sehingga banyak yang terlewat.”
- “Jangan datang ke acara ini dengan kesusu, persiapkan dulu duluan.”
Penambahan kesusu ke KBBI mencerminkan dinamika bahasa yang terus berkembang, dipengaruhi oleh interaksi sosial, media daring, dan budaya daerah. Dengan pengakuan resmi, penulis, jurnalis, dan pembicara dapat menggunakan kata ini tanpa khawatir dianggap tidak baku.
Penggunaan kata kesusu diperkirakan akan semakin meluas, tidak hanya di Jawa tetapi juga di wilayah lain yang terhubung lewat platform digital. Hal ini memperkaya kosakata bahasa Indonesia dengan nuansa kecepatan atau kegentingan yang khas.




