Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | CSKA Moscow kembali menjadi sorotan dunia basket setelah menorehkan prestasi gemilang pada EuroLeague 2019 dan menampilkan jejak kepemimpinan veteran yang menular ke generasi berikutnya. Kisah keberhasilan ini tidak hanya tercermin dalam kemenangan di lapangan, melainkan juga dalam narasi pribadi pemain-pemain kunci, seperti Cory Higgins, serta hubungan historis dengan tokoh basket Rusia, Andrei Kirilenko.
EuroLeague 2019: Puncak Kejayaan CSKA
Pada musim 2018/2019, CSKA Moscow mengukir sejarah dengan meraih gelar EuroLeague kedelapan mereka. Di Final Four yang digelar di Vitoria-Gasteiz, Spanyol, tim asal Moskow mengalahkan Anadolu Efes dalam pertandingan final yang berlangsung di Fernando Buesa Arena, setelah menyingkirkan Real Madrid di semifinal.
Will Clyburn tampil mengesankan sepanjang turnamen dan dianugerahi penghargaan MVP Final Four. Namun, peran Cory Higgins tidak kalah penting. Pada laga final, Higgins bangkit dari malam menembak yang kurang memuaskan dengan mencetak 20 poin, menunjukkan ketangguhan mental yang menjadi katalisator kemenangan tim.
Motivasi Pribadi Higgins dan Kepemimpinan Tim
Higgins, yang pada saat itu berusia 36 tahun, mengakui bahwa kekecewaan karena tidak terpilih ke tim All-EuroLeague menjadi pendorong utama performanya. Ia mengungkapkan, “Saya terlalu marah dan terlalu termotivasi, itulah yang membuat saya gagal menembak pada semifinal, tetapi saya belajar untuk tidak terlalu memikirkan hal di luar kendali saya.”
Menurutnya, keberhasilan CSKA tidak semata-mata bergantung pada kemampuan individu, melainkan pada disiplin, IQ basket, dan kerja keras kolektif. “Skor hanyalah bonus. Yang paling penting adalah usaha, disiplin, dan pemahaman taktik yang kami miliki bersama,” ujarnya.
Peran Nando de Colo dan Budaya Kepemimpinan
Salah satu momen krusial di tengah musim adalah pidato motivasi yang disampaikan oleh Nando de Colo. Higgins mengingat, “Nando menekankan bahwa memiliki satu gelar EuroLeague itu luar biasa, namun ada lompatan besar antara satu gelar dan dua gelar.”
Pernyataan tersebut menginspirasi seluruh skuad untuk mengejar target lebih tinggi, menumbuhkan rasa tanggung jawab internal dan memunculkan banyak pemimpin di dalam tim, masing‑masing dengan gaya kepemimpinan uniknya.
Sentimen Emosional Sebelum Final
Sebelum pertandingan penentuan juara, organisasi CSKA menyiapkan kolase video yang menampilkan foto-foto ibu para pemain, sebagai bentuk motivasi emosional. “Video itu menyentuh hati kami, memberi energi tambahan tepat sebelum final,” kenang Higgins.
Hubungan dengan Andrei Kirilenko dan Pengaruh Prokhorov
Di luar EuroLeague, nama CSKA juga muncul dalam percakapan tentang Andrei Kirilenko, mantan pemain NBA yang pernah bergabung dengan tim Rusia selama lockout. Kirilenko menyebut pengalaman bermain di Moskow sebagai bagian penting dalam kariernya, sekaligus menyoroti hubungan antara CSKA dan pemilik Brooklyn Nets, Mikhail Prokhorov.
Prokhorov, seorang miliarder Rusia, pernah menjadi pemilik CSKA dan kemudian mengambil alih Nets, menggabungkan ambisi kompetitif di dua liga berbeda. Kirilenko menyatakan, “Saya terkesan dengan cara Prokhorov mengelola CSKA, selalu berorientasi pada kemenangan. Hal itu memengaruhi keputusan saya untuk bergabung dengan Nets.”
Pengalaman Kirilenko di Moscow memperkuat jaringan basket Rusia, sekaligus menegaskan peran CSKA sebagai batu loncatan bagi pemain Rusia yang ingin bersaing di level internasional.
Dampak Jangka Panjang dan Prospek Masa Depan
Keberhasilan 2019 tidak hanya menambah koleksi trofi CSKA, tetapi juga menumbuhkan budaya kemenangan yang berkelanjutan. Pemain-pemain veteran seperti Higgins dan de Colo menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang kini diteruskan oleh generasi muda.
Dengan dukungan manajemen yang berpengalaman, termasuk warisan Prokhorov dalam mengelola klub, CSKA diprediksi akan tetap menjadi kekuatan utama di EuroLeague. Fokus pada disiplin, kerja tim, dan pengembangan karakter menjadi fondasi strategis yang terus dipertahankan.
Secara keseluruhan, perjalanan CSKA Moscow dari gelar EuroLeague 2019 hingga pengaruhnya dalam keputusan karier pemain internasional menegaskan posisi klub sebagai salah satu institusi basket paling berpengaruh di Eropa dan dunia.




