Frankenstein45.Com – 18 Juni 2026 | Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, menekankan bahwa konsep kedaulatan data berpotensi menjadi hambatan utama dalam penerapan kecerdasan buatan (AI) di negara-negara ASEAN.
Ia menyatakan bahwa meskipun AI menawarkan peluang pertumbuhan ekonomi, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada bagaimana masing-masing negara melindungi data warga serta memastikan kontrol atas infrastruktur digital.
Beberapa tantangan yang diidentifikasi meliputi:
- Beragamnya kebijakan privasi dan perlindungan data di antara negara anggota.
- Ketergantungan pada platform teknologi asing yang dapat menimbulkan risiko keamanan nasional.
- Kebutuhan akan standar interoperabilitas yang seragam untuk memfasilitasi pertukaran data lintas batas.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Josephine Teo mengusulkan pembentukan kerangka kerja regional yang mencakup:
- Penyusunan regulasi bersama yang menghormati prinsip kedaulatan sambil memungkinkan aliran data yang aman.
- Peningkatan kapasitas lokal melalui pelatihan sumber daya manusia di bidang AI.
- Kolaborasi publik‑swasta untuk mengembangkan infrastruktur data yang berlokasi di dalam wilayah masing‑masing.
Ia juga menekankan pentingnya dialog berkelanjutan antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga akademis untuk menciptakan ekosistem AI yang berkelanjutan dan berdaulat.
Jika tantangan kedaulatan dapat diatasi, ASEAN diproyeksikan akan mempercepat adopsi AI dalam bidang kesehatan, pertanian, transportasi, dan layanan publik, sehingga meningkatkan daya saing ekonomi kawasan secara keseluruhan.




