Frankenstein45.Com – 22 Mei 2026 | Pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026 yang digelar pada Minggu, 17 Mei 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, menjadi babak tak terlupakan setelah insiden kembang api dan flare mengganggu jalannya pertandingan antara Bali United dan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Pada menit ke-90+3, sorotan lampu terang berubah menjadi bahaya ketika sejumlah suporter dari North Side Boys 12 (NSB12) menyalakan kembang api serta flare yang kemudian meluncur liar ke tribun selatan.
Insiden dan Dampaknya
Video rekaman memperlihatkan seorang kameramen broadcaster terkena lemparan kembang api yang melukai pelipisnya. Korban dilaporkan mengalami luka robek dan harus menerima perawatan medis. NSB12 segera mengunggah pernyataan di akun Instagram resmi mereka, menyampaikan permohonan maaf sebesar‑besar‑nya serta menjanjikan bantuan biaya pengobatan bagi korban.
Selain cedera pada staf media, insiden ini memicu penghentian sementara pertandingan selama beberapa menit. Beruntung, tidak ada suporter dari tribun selatan yang berada di area tersebut pada saat itu, sehingga potensi korban jiwa dapat dihindari.
Reaksi Pihak Berwenang dan Sanksi Potensial
Komisi Disiplin PSSI (Komdis) menanggapi kejadian ini dengan menyiapkan langkah disipliner yang tegas. Bali United, sebagai tuan rumah, berisiko mendapat denda ratusan juta rupiah dan ancaman penutupan sebagian tribun jika pelanggaran serupa terulang. Sementara itu, perwakilan NSB12 telah melakukan mediasi dengan pihak stadion dan klub, mengakui kesalahan serta berjanji meningkatkan edukasi suporter untuk mencegah insiden serupa.
Hasil Pertandingan dan Imbasnya pada Klasemen
Setelah pertandingan dilanjutkan, Bali United berhasil mencatat kemenangan telak 4-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC. Gol-gol Bali United memperkuat posisi mereka di papan tengah klasemen, sementara Bhayangkara harus menerima kekalahan yang menurunkan moral tim menjelang laga penutup musim.
Skor akhir tersebut juga menjadi bahan motivasi bagi pemain Bali United, termasuk bek asal Brasil, Joao Ferrari, yang dalam wawancara menyatakan tekadnya membantu tim menutup kompetisi dengan catatan positif pada pekan terakhir melawan Dewa United. Ferrari menambahkan, “Kemenangan atas Bhayangkara memberi dorongan mental yang besar untuk menghadapi tantangan berikutnya.”
Langkah Preventif dan Pendidikan Suporter
NSB12 menegaskan pentingnya keseimbangan antara semangat fanatik dan akal sehat. Dalam pernyataan mereka, mereka mengajak seluruh suporter untuk menciptakan euforia tanpa melukai orang lain. Klub dan PSSI dijadwalkan menggelar workshop edukasi keamanan stadion, termasuk prosedur penggunaan kembang api yang dilarang serta konsekuensi hukum bila terjadi pelanggaran.
Perspektif Media dan Publik
Berita ini mendapat sorotan luas di media olahraga nasional, termasuk Bola.com, JawaPos.com, dan jaringan televisi lokal. Para pengamat menilai insiden ini sebagai peringatan serius bagi semua klub dalam mengelola atmosfer suporter, terutama di era digital di mana rekaman video dapat menyebar cepat dan mempengaruhi citra liga.
Selain itu, laporan lain mengungkap bahwa Bhayangkara Presisi Lampung FC, yang dipimpin pelatih Paul Munster, berada di tengah persaingan ketat untuk menembus zona aman. Tim tersebut harus memperbaiki performa di sisa dua pekan kompetisi untuk menghindari degradasi.
Secara keseluruhan, insiden kembang api di Stadion Dipta tidak hanya menimbulkan gangguan fisik, tetapi juga menyoroti pentingnya tata kelola suporter yang profesional. Diharapkan, langkah-langkah edukatif dan sanksi disipliner yang diusulkan dapat menegakkan standar keamanan, menjamin kelancaran pertandingan, dan melindungi semua pihak yang terlibat.




