Frankenstein45.Com – 10 Mei 2026 | Jakarta, 10 Mei 2026 – Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Republik Indonesia menggelar acara pra‑event BPA Fair 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, tepatnya di Pintu 6 Gelora Bung Karno. Acara yang berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026 ini tidak hanya menampilkan rangkaian barang rampasan negara yang akan dilelang, melainkan juga membuka peluang bagi masyarakat umum untuk mendaftar akun lelang secara langsung di lokasi.
Rangkaian Acara dan Tujuan Strategis
Kepala BPA Kejaksaan RI, Kuntadi, menegaskan bahwa Car Free Day dipilih sebagai “ruang publik” yang dapat menjangkau berbagai kalangan. Menurutnya, momentum tersebut cocok untuk memperkenalkan fungsi BPA secara transparan, mempercepat proses pemulihan kerugian negara, dan mengembalikan hak korban dari tindak pidana.
Acara pra‑event ini merupakan bagian dari rangkaian Road to BPA Fair yang akan berlanjut ke acara utama pada 18–21 Mei 2026. Seluruh barang yang dipamerkan telah melalui proses kurasi agar tampak relevan dan menarik bagi pengunjung, serta dijamin perawatannya.
Barang yang Dipamerkan
- Mobil sport mewah: Ferrari 488 berwarna merah dengan harga awal Rp6.595.215.000.
- Mobil Porsche 911 Speedster berwarna perak.
- Motor sport: Ducati Superleggera V4 dengan harga awal Rp1.473.959.000.
- Motor cruiser: Harley‑Davidson Road Glide.
- Tas mewah dari merek Hermes, Dior, Louis Vuitton, hingga Chanel.
- Perhiasan berupa kalung, cincin, gelang, serta lukisan emas, termasuk sebagian barang yang pernah dimiliki terpidana korupsi.
Pengunjung dapat melihat barang‑barang tersebut secara dekat, mengambil foto, dan mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme lelang. Petugas BPA menyediakan komputer dan bantuan pendaftaran akun lelang “on the spot”.
Target Finansial dan Transparansi
Dalam penyelenggaraan tahun ini, BPA menargetkan nilai transaksi lelang mencapai Rp100 miliar. Secara keseluruhan, target pendapatan negara bukan pajak (PNBP) melalui pemulihan aset pada 2026 diharapkan melampaui Rp2 triliun. Kepala Bagian Kerja Sama Pemulihan Aset dan Dukungan Teknis BPA, Baringin, menambahkan bahwa proses lelang dirancang untuk mengedukasi publik tentang peran BPA serta menegakkan prinsip transparansi.
Respon Masyarakat
Warga yang berpartisipasi dalam CFD menyatakan antusiasme tinggi. Nasihin, warga Bintaro, tertarik pada motor Ducati dan Harley‑Glide, bahkan menanyakan prosedur penawaran. Sementara Eri dari Cipondoh mengaku terpesona oleh Porsche 911, meskipun ia belum siap untuk menawar karena keterbatasan dana.
Kehadiran barang‑barang bernilai tinggi di ruang publik menimbulkan efek “spot foto” yang memicu percakapan di media sosial tentang keadilan, integritas, dan penggunaan hasil lelang untuk kepentingan publik.
Integritas Kejaksaan di Tengah Isu Internal
Acara ini juga berfungsi sebagai wujud komitmen Kejaksaan dalam menegakkan integritas setelah tersorotnya penyelidikan internal terkait dugaan pemerasan kontraktor oleh dua jaksa di Kupang. Enam saksi, termasuk pengacara Roni, telah diperiksa oleh Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur. Pemeriksaan tersebut menegaskan pentingnya kode perilaku jaksa (Perja No. 4/2024) dalam menjaga profesionalitas. BPA Fair dipandang sebagai sarana memperlihatkan bahwa lembaga penegak hukum mampu beroperasi secara terbuka dan akuntabel, sekaligus menegaskan kembali komitmen untuk tidak menyalahgunakan jabatan.
Kesimpulan
BPA Fair 2026 berhasil menggabungkan edukasi publik, transparansi lelang, dan upaya pemulihan kerugian negara dalam satu agenda yang menarik. Dengan menampilkan barang-barang mewah seperti Ferrari, Ducati, dan tas desainer, Kejaksaan Agung tidak hanya memperlihatkan hasil penegakan hukum, tetapi juga mengundang partisipasi aktif masyarakat. Keberhasilan pencapaian target nilai lelang akan menjadi indikator keberlanjutan program pemulihan aset, sementara langkah‑langkah edukatif di lapangan diharapkan memperkuat kepercayaan publik terhadap integritas institusi Kejaksaan di era reformasi hukum yang semakin menuntut akuntabilitas.




