Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menggencarkan upaya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) demi mencapai target ambisius APBN 2026 sebesar 610 ribu barel minyak per hari. Sebagai bagian dari strategi tersebut, Kementerian menyiapkan 116 blok migas baru yang siap dipasarkan kepada calon investor domestik maupun asing.
Blok-blok baru ini tersebar di beberapa wilayah utama produksi migas Indonesia, antara lain di daerah lepas pantai Sumatera, Jawa, Kalimantan, serta wilayah timur seperti Papua dan Maluku. Setiap blok memiliki potensi cadangan yang bervariasi, mulai dari lapangan konvensional hingga proyek pengembangan lapangan marginal dengan teknologi enhanced oil recovery.
Untuk menarik minat investasi, ESDM menawarkan serangkaian insentif yang meliputi:
- Pengurangan pajak penghasilan (PPh) khusus bagi perusahaan yang menandatangani kontrak kerja sama (KKKS) dalam jangka waktu tiga tahun pertama.
- Fasilitas pembebasan bea masuk untuk peralatan dan material eksplorasi yang diimpor.
- Skema pembiayaan lunak melalui Badan Pengelola Keuangan (BPK) dengan bunga kompetitif.
- Jaminan kepastian hukum dan penyederhanaan proses perizinan melalui satu pintu.
Selain insentif fiskal, pemerintah juga menyiapkan dukungan teknis melalui Badan Pelayanan Migas (BPMIGAS) yang akan membantu calon investor dalam melakukan studi kelayakan, evaluasi risiko, serta pemetaan infrastruktur pendukung seperti jaringan pipa, fasilitas penyimpanan, dan pelabuhan ekspor.
Target produksi 610 ribu barel per hari diharapkan dapat tercapai pada akhir 2026 apabila seluruh blok baru dapat dioperasikan secara optimal. Menurut Menteri ESDM, percepatan investasi migas tidak hanya meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, mengurangi ketergantungan impor energi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di kawasan Asia Pasifik.
Calon investor diundang untuk mengajukan proposal melalui portal resmi Kementerian dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Seleksi akan dilakukan secara transparan dengan penilaian berdasarkan kemampuan teknis, finansial, serta komitmen terhadap standar lingkungan hidup.




