Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | Pemerintah mencatat bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik telah berhasil menyerap investasi kumulatif sebesar Rp113,4 triliun hingga akhir kuartal pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan percepatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya dan menegaskan posisi KEK Gresik sebagai magnet investasi utama di wilayah Jawa Timur.
Investasi tersebut tersebar di berbagai sektor, antara lain manufaktur, logistik, energi terbarukan, dan teknologi informasi. Sektor manufaktur tetap menjadi kontributor terbesar, diikuti oleh logistik yang memanfaatkan kedekatan pelabuhan Gresik. Pemerintah daerah menilai bahwa diversifikasi sektor ini akan meningkatkan ketahanan ekonomi regional dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
| Tahun | Investasi (Triliun Rp) |
|---|---|
| 2022 | 30,0 |
| 2023 | 45,0 |
| 2024 | 20,0 |
| 2025 | 10,0 |
| 2026 (Q1) | 8,4 |
Target investasi kumulatif KEK Gresik ditetapkan sebesar Rp150 triliun hingga akhir 2026. Dengan pencapaian saat ini, wilayah tersebut telah menyerap sekitar 75,6% dari target tersebut, yang menandakan progres yang kuat namun masih membutuhkan dorongan tambahan pada sisa tahun.
Pemerintah berencana memperkuat kebijakan insentif fiskal dan non‑fiskal, mempercepat perizinan, serta meningkatkan infrastruktur pendukung seperti jaringan transportasi dan pasokan energi. Langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak investor domestik maupun asing, khususnya dalam bidang teknologi hijau dan industri berkeberlanjutan.
Secara keseluruhan, pencapaian investasi Rp113,4 triliun pada kuartal I 2026 menegaskan bahwa KEK Gresik berada pada lintasan yang tepat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi regional, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan nasional.




