Kekurangan Tenaga Kerja dan Risiko Penggajian: Remote Temukan 72% Bisnis di Dunia Gagal Mencapai Target Utama

Frankenstein45.Com – 16 April 2026 | Dalam iklim ekonomi global yang semakin menantang, perusahaan di seluruh dunia menghadapi dua masalah utama yang saling terkait: kekurangan tenaga kerja berkualitas dan risiko penggajian yang meningkat. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Remote, sebuah platform manajemen sumber daya manusia (SDM) berbasis cloud, mengungkapkan bahwa 72% perusahaan gagal mencapai target pertumbuhan utama mereka karena kedua kendala ini.

Beberapa faktor utama yang memicu krisis tenaga kerja meliputi:

  • Penurunan partisipasi angkatan kerja pasca‑pandemi.
  • Kesenjangan keterampilan antara kebutuhan industri dan kemampuan tenaga kerja yang tersedia.
  • Persaingan intensif untuk menarik talenta digital dan teknologi.

Sementara itu, risiko penggajian muncul akibat:

  • Ketidakpastian regulasi pajak dan kepatuhan di berbagai yurisdiksi.
  • Fluktuasi nilai tukar yang memengaruhi biaya tenaga kerja internasional.
  • Kesulitan dalam mengelola kompensasi fleksibel bagi pekerja remote.

Data yang dihimpun Remote menunjukkan profil masalah secara kuantitatif:

Kategori Persentase Bisnis Terkena
Kekurangan tenaga kerja kritis 68%
Risiko penggajian yang tidak terkelola 55%
Gagal mencapai target pertumbuhan utama 72%

Hasil ini menegaskan bahwa tantangan SDM kini bukan sekadar isu operasional, melainkan faktor penentu keberlangsungan dan kompetitivitas perusahaan. Untuk mengatasi situasi ini, beberapa strategi yang direkomendasikan meliputi:

  1. Mengadopsi platform HR tech yang mempermudah rekrutmen dan onboarding secara global.
  2. Investasi dalam program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang selaras dengan kebutuhan pasar.
  3. Menerapkan kebijakan kompensasi yang transparan dan fleksibel, termasuk penggunaan payroll automation untuk mengurangi risiko kepatuhan.

Dengan mengintegrasikan solusi teknologi dan memperkuat strategi manajemen talenta, perusahaan dapat meningkatkan peluang mencapai target pertumbuhan, mengurangi biaya turnover, dan meminimalkan risiko penggajian di era kerja remote.