Kemendikdasmen: Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk Pendidikan Menengah Jadi Harapan Baru Tekan Angka Tunda Siswa (ATS)
Kemendikdasmen: Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk Pendidikan Menengah Jadi Harapan Baru Tekan Angka Tunda Siswa (ATS)

Kemendikdasmen: Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk Pendidikan Menengah Jadi Harapan Baru Tekan Angka Tunda Siswa (ATS)

Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan peluncuran program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) khusus untuk jenjang pendidikan menengah sebagai upaya strategis menurunkan Angka Tunda Siswa (ATS) yang selama ini menjadi tantangan utama sistem pendidikan nasional.

Program ini dirancang untuk memberikan alternatif belajar fleksibel bagi siswa yang terhambat masuk kelas reguler karena berbagai alasan, termasuk keterbatasan infrastruktur, kondisi ekonomi, maupun situasi pandemi yang masih berpotensi mengganggu proses tatap muka.

Fokus utama PJJ menengah

  • Kurikulum adaptif berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan standar nasional.
  • Platform digital terintegrasi yang dapat diakses melalui smartphone, tablet, atau komputer.
  • Pelatihan intensif bagi guru pendidik untuk mengoptimalkan metode pembelajaran daring.
  • Monitoring dan evaluasi berkelanjutan melalui sistem data terpusat.
Tahun ATS (%) Target (%)
2022 4,9 ≤3,0
2023 5,2
2024 (per estimasi) 4,6
2025 (target)

Peluncuran PJJ menengah akan dimulai pada kuartal pertama 2024 dengan pilot project di 10 provinsi yang memiliki tingkat ATS tertinggi. Seluruh materi pembelajaran akan tersedia dalam format teks, video, dan modul interaktif, serta dilengkapi dengan forum diskusi untuk mendukung interaksi siswa‑guru.

Menanggapi inisiatif ini, Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, menyatakan, “PJJ menengah bukan sekadar alternatif, melainkan jembatan bagi ribuan siswa yang selama ini terpinggirkan. Dengan dukungan teknologi dan pelatihan guru, kami yakin dapat menurunkan ATS secara signifikan.”

Selain itu, Kemendikdasmen berkomitmen menyediakan bantuan kuota internet bagi siswa kurang mampu serta mengoptimalkan kerjasama dengan penyedia layanan telekomunikasi untuk memperluas jaringan di daerah terpencil.

Jika berhasil, program ini diharapkan menjadi model pembelajaran jarak jauh yang dapat diadopsi kembali pada jenjang pendidikan lain, sekaligus memperkuat ketahanan sistem pendidikan nasional dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang.