Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) meluncurkan program revitalisasi dan penambahan unit sekolah di wilayah pelosok. Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 15 unit sekolah baru dibuka di lima kabupaten, antara lain di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Berau, Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Mahakam Ulu. Sekolah‑sekolah baru ini mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah pertama, dengan fasilitas ruang kelas, perpustakaan mini, serta laboratorium sederhana.
Program revitalisasi tidak hanya menambah gedung, melainkan juga melakukan renovasi pada 23 sekolah yang sudah ada. Renovasi meliputi perbaikan atap, pemasangan jendela baru, serta penyediaan perlengkapan belajar mengajar seperti papan tulis digital dan perangkat komputer.
- Jumlah sekolah baru: 15 unit
- Jumlah sekolah yang direvitalisasi: 23 unit
- Anggaran total: Rp 250 miliar
- Target capaian: meningkatkan partisipasi sekolah di wilayah pelosok menjadi 95% pada akhir 2027
Anggaran sebesar Rp 250 miliar dialokasikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan bantuan pemerintah pusat. Selain itu, Kemendikdasmen juga menyiapkan program beasiswa bagi siswa berprestasi yang berasal dari daerah tersebut, serta pelatihan bagi guru lokal agar mampu mengoptimalkan penggunaan teknologi pembelajaran.
Gubernur Kalimantan Timur, Sutarmidji, menyatakan bahwa peningkatan akses pendidikan di pelosok merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, serta kementerian terkait untuk memastikan keberlanjutan program ini.
Para kepala sekolah yang menerima bantuan revitalisasi melaporkan peningkatan motivasi belajar di kalangan siswa. Salah satu kepala sekolah di Kabupaten Berau mencatat penurunan angka putus sekolah sebesar 12% sejak program berjalan.
Ke depan, Kemendikdasmen berencana menambah lagi 10 sekolah baru di wilayah lain yang masih belum terlayani secara memadai, serta memperluas jaringan internet desa untuk mendukung pembelajaran daring.




