Kemenhub Percepat Elektrifikasi KRL Cikarang-Cikampek, Waktu Tempuh Makin Singkat
Kemenhub Percepat Elektrifikasi KRL Cikarang-Cikampek, Waktu Tempuh Makin Singkat

Kemenhub Percepat Elektrifikasi KRL Cikarang-Cikampek, Waktu Tempuh Makin Singkat

Frankenstein45.Com – 28 Juni 2026 | Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmen untuk mempercepat proyek perpanjangan jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Cikarang‑Cikampek. Langkah ini diambil guna meningkatkan kapasitas layanan, memperpendek waktu tempuh, serta menanggapi tingginya permintaan mobilitas di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.

Elektrifikasi jalur yang sebelumnya masih mengandalkan lokomotif diesel akan digantikan sepenuhnya oleh kereta listrik. Menurut rencana, proses pemasangan tiang‑tiang listrik, instalasi jaringan catenary, serta penyesuaian sinyal akan diselesaikan dalam kurun waktu enam bulan, lebih cepat dibandingkan jadwal awal yang diperkirakan satu setengah tahun.

  • Target penyelesaian: akhir 2026.
  • Penurunan waktu tempuh: dari 45 menit menjadi sekitar 30‑35 menit untuk rute Cikarang‑Cikampek.
  • Peningkatan kapasitas: penambahan 3‑4 kereta per jam pada jam sibuk.

Pengurangan durasi perjalanan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur tol dan jalan raya alternatif, serta menurunkan emisi karbon akibat berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi.

Proyek ini didanai melalui anggaran Kemenhub sebesar Rp 1,2 triliun, dengan sebagian dana dialokasikan untuk modernisasi stasiun, perbaikan rel, dan integrasi sistem kontrol pusat. Kementerian juga bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) serta konsorsium kontraktor domestik dalam pelaksanaan.

Dalam konferensi pers, Menteri Perhubungan menekankan bahwa percepatan ini selaras dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan jaringan transportasi publik berbasis listrik, sejalan dengan agenda pengurangan emisi gas rumah kaca pada tahun 2030.

Para penumpang diharapkan merasakan manfaat langsung begitu layanan listrik mulai beroperasi, termasuk kenyamanan interior kereta yang lebih tenang serta tarif yang tetap kompetitif. Selain itu, proyek ini membuka peluang lapangan kerja bagi tenaga teknis lokal selama fase konstruksi.